Info Seputar Sukabumi

Minggu, 01 Februari 2015


Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, SH,MM adalah salah satu peserta baru  dari 30 Walikota – bupati yang telahmelakukan penandatanganan Piagam Komitmen Kota Hijau dan Urban Greening Forum 3 sebagai bentuk nyata komitmen Pemerintah kabupaten/kota terhadap perwujudan Kota Hijau di Indonesia.

Upacara  Penandatanganan dilangsungkan di Jakarta (6/11) disaksikan oleh Plt. Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Imam S. Ernawi.

Direktur Perkotaan Ditjen Penataan Ruang Dadang Rukmana, 30 Kabupaten/Kota peserta baru antara lain  Kota Sukabumi,  Kota Langsa, Kabupaten Pidie Jaya, Kota Tebing Tinggi, Kota Payakumbuh, Kota Lubuklinggau, Kabupaten Muara Enim, Kota Jambi, Kabupaten Lampung Timur, , Kabupaten Cirebon, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Cilacap , Kabupaten Grobogan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kota Pontianak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kota Palopo, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Bombana, Kabupaten Banggai, Kabupaten Parigi Moutong, Kota Tidore Kepulauan, dan Kota Ternate.

Dadang Rukmana menilai program stimulus ini telah berhasil. “Evaluasinya positif, sebagai program stimulus kita nilai berhasil hal ini ditunjukan dengan yang tadinya kabupaten/kota tidak memiliki program pengembangan kota hijau jadi punya bahkan bisa 7 kali lipat dari yang kita fasilitaskan, sekitar 7 sampai 8 miliar termasuk pembebasan lahan dari dana APBD,”tutur Dadang.


Lebih lanjut Dadang menuturkan dana tersebut tergantung luas lahan, adapun luas lahan 1 ha dapat menelan biaya 1,5 miliar sampai 2 miliar. “Tapi itu tidak termasuk harga lahan, karena lahan harus disediakan oleh Pemerintah Daerah,”lanjut Dadang. 

Plt. Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian PU-Pera  mengungkapkan ,  ke-30 kabupaten/kota tersebut dipandang  telah memenuhi  persyaratan  yang telah ditentukan, “ Terdapat  3 atribut yang telah mereka penuhi  meliputi  dari segi planning dan design yang  betul-betul pro green, kedua masyarakat di daerah setempat didorong untuk lebih pro green lalu ketiga memfasilitasi dan membantu pemerintah daerah untuk mewujudkan ruang terbuka hijau,”ujarnya.

Direktorat  Jenderal Penataan Ruang  sendiri  telah bekerja sama dengan pemerintah kota/kabupaten dan komunitas hijau yang terdapat pada kota/kabupaten tersebut dalam merintis pembentukan Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH)  yang merupakan salah satu upaya mengimplementasikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).ujarnya.

Dalam setiap menghadapi tibanya penggantian tahun  di Kota Sukabumi  dilaksanakan apel siaga di halaman balaikota serta Sujud Syukur yang dilaksanakan setelah sholat berjamaah magrib dan isya di mesjid jamie Al-Ikhlas Sekretariat Pemda yang dilengkapi dengan ceramah keagamaan dan sambutan Walikota.

Apel Malam Tahun Baru 2015 ditandai  dengan Pencanangan Gerakan Keselamatan Berlalu Lintas Menuju Indonesia Tertib “ Keselamatan Nomor 1 di Kota Sukabumi, dilanjutkan dengan penandatanganan spanduk dukungan aksi keselamatan serta Yel-yel aksi keselamatan berlalu lintas yang dipimpin oleh Kasat Lantas Sukabumi Kota AKP Karyaman.

Pada kesempatan yang sama    Walikota, H. Mohamad Muraz, SH MM beserta unsur Muspida melakukan sidak ke terminal bis dan Kantor Dinas Perhubungan serta meninjau  kondisi  Traffic Management Center yang dibangun dijalan Jend. Sudirman.

Walikota, H.Mohamad Muraz, SH MM mengemukakan bahwa sudah menjadi tradisi   dalam setiap malam pergantian tahun    di wilayah hukum Pemerintah Kota Sukabumi, hampir semua ruas-ruas jalan utama sesak dipadati kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat termasuk para pejalan kaki yang datang dari arah timur, barat, utara dan selatan secara individu maupun  kelompok menuju ruang publik lapangan merdeka, tempat hiburan, Café, hotel, restoran, rumah makan dan swalayan.

“Mencermati kondisi demikian Pemerintah Kota sukabumi bekerjasama dengan TNI, Polri dan komponen masyarakat secara terpadu  melakukan kesiapan dan persiapan yang dikonsolidasikan melalui apel siaga tahun baru, upaya menciptakan nuansa  ketertiban, keamanan  dan kenyamanan  masyarakat pribumi maupun pendatang dalam  penyambutan tibanya pergantian tahun”.

Lebih lanjut dikemukakan Walikota, berdasarkan fakta, penggunaan kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat di kota sukabumi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang berdampak terhadap pelanggaran, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Oleh karena demikian “ungkap Walikota “ untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas diperlukan adanya kesadaran dan komitmen bersama dalam aksi nyata keselamatan berlalu lintas, karena terjadinya kecelakaan biasanya diawali dengan pelanggaran  serta kurangnya kepedulian dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
“ Marilah Kita berkomitmen untuk meningkatkan kualitas perilaku pengguna jalan dan secara terus menerus menumbuhkan budaya keselamatan berlalu lintas sebagai suatu kebutuhan “ ujarnya.

Senin, 02 September 2013



Kum Muspimin dan Muslimat Di seluruh penjuru dunia dan pelosok tanah air termasuk di seluruh wilayah kota Sukabumi, melaksanakan ibadah shaum sebulan lamanya sesuai dengan firman Allah Swt. dalam surat Al Baqarah ayat 183.

Program unggulan yang telah menjadi trend dan menjadi kalender tahunan yaitu program Safari Ramadhan Muspida.  mulai tahun 2013 program tersebut dilengkapi dengan Jumat keliling (jumling) dan kultum ba’da dzuhur bagi segenap karyawan dan karyawati serta masyarakat  yang dilaksanakan di mesjid Jami Al Iklash Setda. 

Melalui program semacam ini ternyata telah mampu menyerap aspirasi yang berkembang di masyarakat dan secara dialogis masyarakat memiliki keleluasaan untuk menyampaikan berbagai keinginannya sehingga terbangun simbiosis mutualism. 

Konteks ritual dan sosial dalam bulan suci Ramadhan menghiasai perjalanan kegiatan Safari Ramadhan karena diwarnai siraman rohani oleh MUI , pengarahan walikota dan wakil walikota, serta dihiasi dengan penyerahan dana bantuan sarana keagamaan bagi para pengurus DKM mesjid Jamie.


Tidak hanya sebatas itu, setiap bulan suci Ramadhan Pemerintah kota Sukabumi menyerahkan dana bantuan munggah dan ketupat lebaran bagi para ketua RT dan RW, kaum duafa, panti-panti asuhan, abang beca, kusir delman, dengan tidak melihat secara administatif kediaman mereka. Hal ini tentunya, upaya mewujudkan pemerintahan rahmatan lil alamin

Pada prinsipnya pemerintah kota Sukabumi sesuai dengan regulasi yang ada tengah melakukan reformasi birokrasi  dari penguasa menjadi pelayan masyarakat. Kendati di sana sini masih terdapat kekurangan. Namun, pada prinsipnya walikota dan wakil walikota Sukabumi telah menancapkan niat dan tekat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik bagi peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM ) baik dari segi pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi.

Baru saja tiga bulan lamanya, H. Mohammad Muraz, S.H.,MM. dan H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.Pd. memangku jabatan, telah mampu mengukir sejarah baru dalam mendulang berbagai prestasi antara lain; peraihan piala ADIPURA, kedua SMKN 1 tampil sebagai juara satu dalam lomba sekolah sehat di tingkat provinsi Jawa Barat, yang kini sedang bertandang di tingkat nasional, ketiga adalah penghargaan dari pemerintah pusat sebagai kota layak anak. Sisi lain yang tengah dalam perjalanan adalah pembangunan segmen tiga jalan lingkar selatan Baros tembus Cibeurem serta pembangunan lanjutan terminal bis antar kota dalam dan luar provinsi yang masih dalam pengerjaan.*Dendayasa.

Rabu, 22 Mei 2013


Editor: Dendayasa, S.IP

TP. PKK .Kecamatan Cikole  tampil sebagai juara pertama dalam Festival Keanekaragaman Makanan Khas Jawa Barat 2013 tingkat Kota sukabumi yang dilangsungkan di ruang pertemuan Sekretariat PKK selasa (21/5) , Kedua dimenangkan oleh TP.PKK Kecamatan Gunung puyuh dan ketiga diraih oleh TP. PKK Kecamatan Baros.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua TP. PKK Kota Sukabumi, Ny. Hj. Esih Setiasih Muraz dengan dihadiri Wakil Ketua, Ny. Hj. Fitri Hayati Fahmi , Jajaran pengurus TP. PKK Kecamatan, unsur dari BPMPKB, DisperindagKop, serta undangan lainnya.

Ny. Hj. Esih Setiasih Muraz menjelaskan, bahwa makanan khas atau yang lebih dikenal dengan sebutan makanan etnik , yakni jenis makanan yang diciptakan, sesuai dengan potensi yang dimiliki daerah masing-masing. Dengan   tujuan untuk mengangkat makanan khas daerah, menjadi makanan yang dapat diterima dan disukai oleh berbagai lapisan warga masyarakat. Dengan demikian, makanan tersebut dapat dijadikan komoditi unggulan daerah masing-masing, sekaligus dapat meningkatkan kuliner warga masyarakat, khususnya dalam bidang makanan khas atau makanan etnik daerah masing-masing. Selain itu, juga dapat meningkatkan ekonomi warga masyarakat, khususnya para pelaku usaha makanan khas atau makanan etnik daerah masing-masing. 

Lebih lanjut dijelaskan , Ny. Hj. Esih Setiasih Muraz,   Sukabumi merupakan salah satu daerah penghasil ubi kayu, ubi rambat, talas, jagung dan lain-lain, yang dapat dijadikan bahan pokok pengganti beras. Namun untuk menambah nilai gizi bahan-bahan makanan tersebut, perlu dilakukan penambahan atau dikolaborasikan dengan bahan-bahan lain, yang berasal dari bahan yang mengandung unsur hewani dan protein nabati. Dengan demikan, makanan tersebut dapat dikonsumsi sebagai makanan keluarga, dengan nilai gizi yang cukup, sesuai dengan kebutuhan atau dengan sebutan gizi seimbang. 

Menurut  Ketua Kelompok Kerja (Pokja) III TP PKK Kota Sukabumi, selaku Panitia Penyelenggara, Ny. Hj. Ferry Endjon, Festival Keanekaragaman Makanan Khas Jawa Barat Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2013 ini, diikuti 7 TP PKK Kecamatan se Kota Sukabumi. juara pertama akan diikutsertakan pada festival yang sama Tingkat Provinsi Jawa Barat, yang menurut rencana akan dilaksanakan di Bandung, pada tanggal 8 dan 9 Juni 2013 mendatang.

Editor: Dendayasa, S.IP

Upaya penghayatan dan pengamalan ajaran agama dengan sungguh2 merupakan kewajiban bagi segenap umat Islam, terutama dalam menghadapi fenomena kehidupan saat ini, yang penuh dengan tantangan dan ketidak pastian., , segenap kaum ibu benar-benar  dituntut untuk  lebih  ekstra hati2, tentunya  harus mampu menjaga putra putrinya  dengan sebaik  mungkin, agar kelak memiliki masa depan yang cerah, berguna bagi nusa, bangsa dan agama.

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Sukabumi, Ny. Dra. Nanita Agustiana Singawinata Hanafie Zain pada acara pertemuan rutin   dan peringatan Isro Miraj Nabi Muhammad Tahun 1434 hijriyah yang dilangsungkan di 2 tempat   Rabu, 22 Mei 2013,  di Masjid Jamie  AL-Ikhlas  dan Ruang Pertemuan Setda .

Lebih lanjut, Ny. Dra. Nanita Agustiana Singawinata Hanafie Zain, mengingatkan , agar putra-putri kita tidak menjadi korban dari kerasnya kehidupan saat ini, khususnya dari berbagai penyakit masyarakat, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, kriminalitas dan berbagai penyimpangan perilaku lainnya. 

Untuk itu, Ketua DWP,i mengharapkan, melalui peringatan Isro Miraj Nabi Muhammad SAW,  dapat menggali nilai-nilai luhur agama, mempertebal kualitas keimanan dan ketaqwaan, mampu  meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari, guna menciptakan kehidupan yang baldatun, toyyibatun, warubbun gofur, khususnya di kalangan kaum ibu yang tergabung dalam organisasi DWP Kota Sukabumi. 

Disamping itu, dengan peringatan Isro Miraj ini, kaum ibu yang tergabung dalam organisasi DWP Kota Sukabumi, dapat memahami tanda-tanda kebesaran Allah, sekaligus mendorong segenap umat Islam, untuk senantiasa melaksanakan dan mendirikan shalat 5 waktu dengan sungguh-sungguh. Dikatakannya, hal tersebut sesuai dengan Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tahun 2013-2018, yakni Dengan Iman dan Taqwa, Mewujudkan Pemerintahan Yang Rahmatan Lil alamin.

“Hikmah Isro Miraj, disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M. , mengambil tema, Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah, Kunci Sukses Dunia Akhirat. 

Editor: Dendayasa, S.IP

Pembacaan Wahyu Illahi dan   Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, serta pembacaan Surat Keputusan Naskah Pelantikan, mengawali jalannya upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Kota Sukabumi,   Masa Bhakti  2013-2017,  Drs. Sulaeman Effendi, MM. menggantikan H. Sanusi Harjadireja, M.Pd.
Upacara pelantikan dilangsungkan baru-baru ini ( 7/5) di Ruang pertemuan Setda, oleh Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, DR.HMN.Hanafie Zain, MSI, selaku Ketua Yayasan Kusumah Bangsa  dengan dihadiri   ,Asisten Pemerintahan, Hardi Harpan, Sm.Hk., Staf ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM, Jajaran pengurus Yayasan Kusumah Bangsa , Senat, Dosen dan Staf STIKES i, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta undangan lainnya.

Sekretaris Daerah dalam kesempatan tersebut, mengharapkan kepada ketua yang baru , agar secara optimal mampu meningkatkan, mengembangkan STIKES , baik dari sisi akreditasi uji kompetensi maupun administrasi termasuk kualitas dosen dan staf, guna melahirkan sejumlah lulusan  yang mampu menjawab tantangan masa kini dan mendatang  seiring dengan  tuntutan, kemajuan Teknologi informasi dan komunikasi diera globalisasi  dewasa ini.

Lebih lanjut . DR. HMN. Hanafie Zein  mengharapkan agar , kehadiran ketua yang baru    akan    membawa angin segar, bagi peningkatan dan  pengembangan STIKES ,  baik dari sisi infrastruktur maupun sufrastruktur,  agar  ditata sebaik mungkin, agar warga STIKES yang terdiri Jajaran Pengurus, Staf Pengajar (Dosen) dan peserta didik berasa kerasam , tertib aman dan nyaman  dalam  proses kegiatan  belajar dan mengajar, dengan akan melahirkan peserta didik yang  berhasilguna dan berdayaguna.

Editor: Dendayasa, S.IP

Bagi segenap  karyawan-wati dan masyarakat Kota Sukabumi, nama H. Muhamad  Muraz, SH MM  sudah  tidak asing lagi, beliau  sejak tahun 1975 hingga tahun 2012, telah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS ) dilingkungan Pemerintah Kota Sukabumi dan terakhir  memangku jabatan   sebagai sekretaris daerah masa kepempinan  H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, SH MSi.. selama 2 periode , sehingga tidak heran apabila  pada kesempatan  apel pertama masuk kerja  di halaman balaikota penuh dihiasi dengan nuansa keakraban.. kamis (16/5)  

Prioritas  utama hari pertama  masuk kerja  beliau melakukan penataan,  tata letak dan interior ruangan kerjanya , melalui  pemanfaatan  ruangan  yang  kosong , upaya menciptakan  nuansa   kerja yang lebih  nyaman dan sehat., Sedangkan  Wakil Walikota.melakukan Orientasi ke setiap Organisasi Perangkat Daerah ( OPD).

“Menyikapi  hasil Orientasi Wakil Walikota ,H. Achmad Fahmi, Sag,MM,Pd , Walikota . , .akan sesegera mungkin untuk membenahi  terhadap temuan  beberapa ruangan kantor yang sudah rusak dan lapuk, serta akan membuat ruangan   kecil  khusus Walikota, untuk kegiatan rapat dengan kepala OPD, seperti ruangan yang ada di Sekretaris Daerah.termasuk yang kini tengah dibenahi kondisi  fisik bangunan Rumah Dinas, baik Rumah Dinas Walikota maupun Rumah Dinas Wakil Walikota “

Terciptanya kondisi ruangan asri  “ Lanjut  Walikota dan Wakil Walikota  “ tentunya  diharapkan akan lebih, memberikan rasa aman , nyaman upaya   menunjang terhadap kelancaran dan keberhasilan pegawai dalam melaksanakan tugasnya .

Pada hari yang sama secara maraton Walikota dan Wakil Walikota didampingi Sekretaris Daerah  melaksanakan  Rapat koordinasi dengan para pejabat  eselon  II  dan III yang dilangsungkan di operation room,  berkenaan dengan  program kegiatan yang telah , sedang dan yang akan  dilakukan oleh masing- maing OPD, seiring dengan tugas kewenangannya.

Langkah berikutnya yang hendak dilakukan , membangun sinergistas dengan berbagai pihak, termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi kearah yang lebih baik lagi, “ Kami sebelum dilantik dan diambil sumpah oleh Gubernur Jawa Barat, telah mengunjungi bersilaturachmi dengan Bupati Sukabumi.

Sementara itu  Wakil Walikota Sukabumi ,   ,H. Achmad Fahmi, Sag,MM,Pd   mengatakan selama kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi periode tahun 2008-2013, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. dan DR H. Mulyono, M.M.,telah  banyak prestasi yang diraih, baik di tingkat Propinsi maupun Nasional.  Untuk itu, Wakil Walikota telah menancapkan niat dan tekad akan memelihara  prestasi yang telah diraih dan bila memungkinkan dapat meningkatkannya  kearah yang lebih baik lagi.

Selasa, 21 Mei 2013



Melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Sukabumi,Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan, Lc.,  dengan resmi melantik Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi periode tahun 2013-2018, H. Muhamad Muraz, S.H., M.M. dan H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd .Upacara pelantikan dilanngsungkan di Gedung Anton Sujarwo Setukpa Lemdikpol Sukabumi 13 mei 2013.

Gubernur Jawa Barat menegaskan, bahwa  pelaksanaan Pemilukada di Kota Sukabumi merupakan Pemilukada terbaik dan teraman di Jawa barat, 

Atas nama Pemerintah Pusat dan  Provinsi Jawa Barat, mengucapkan selamat kepada Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi periode tahun 2013-2018, seraya mengharapkan, agar amanah ini dapat dilaksanakan dengan sebaik mungkin, agar Kota Sukabumi, dapat lebih  baik dan maju  di berbagai bidang.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi periode tahun 2008-2013, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. dan Doktor H. Mulyono, M.M., atas berbagai pengabdian dan kerja kerasnya, dalam memajukan Kota Sukabumi di berbagai bidang. Dengan demikian, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Sukabumi, saat ini telah mencapai 75,55 point, lebih tinggi dari rata-rata IPM Jawa Barat, dengan Angka Melek Huruf (AMH) mencapai 99,68 persen, Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) 9,42 tahun, Angka Harapan Hidup (AHH) 69,74 tahun, serta Daya Beli Masyarakat (DBM) mencapai 640 ribu rupiah. Selain itu, juga berhasil meraih berbagai prestasi dan penghargaan, baik di tingkat Provinsi Jawa Barat maupun di Tingkat Nasional” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, , H. Ahmad Heryawan, Lc., menyerahkan piagam penghargaan kepada Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi periode tahun 2008-2013, H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. dan DR. H. Mulyono, M.M., atas pengabdian dan keberhasilannya, selama memimpin Kota Sukabumi
Upacara pelantikan dihadiri  unsur  Pejabat Kementerian Dalam Negeri, Anggota DPR RI, Pimpinan dan Anggota DPRD, unsur Muspida dan para Pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat, para Bupati dan Walikota serta Pimpinan DPRD se Jawa Barat, unsur Muspida Kota Sukabumi, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, para Asisten dan Staf Ahli, para Kepala OPD dan Instansi Vertikal, Pimpinan BUMN dan BUMD, para pejabat TNI dan Polri, Camat dan Lurah, Pimpinan Partai Politik, KPU, Panwaslu, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan, Pemuda dan Wanita, serta Insan Pers dan undangan lainnya.