Info Seputar Sukabumi

Tampilkan postingan dengan label Laporan Utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laporan Utama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Februari 2015

Oleh : G.M. Sukarman/Kepala Kominfo

Kehormatan luar biasa atas kepercayaan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia(Apeksi) yang telahmenugaskanWalikota Sukabumi H. Muhamad Muraz, SH. MM dan dr. H Suherman, MKM mewakili satu – satunya kota di Indonesia, untuk mengikuti konvensi internasional di kota Berlin Jerman dengan seluruh pembiayaan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi BavariaJerman.

Kegiatankonvensidiselenggarakan oleh Engagement Global– sebuahNGO yang berkantor pusat di BonnJerman, dalam rangka mengembangkan joint partnert ship for asia.Pemerintah Kota Sukabumi diundang sebagai narasumber yang mewakili pemerintah daerah dalam menggagas pengembangan kebijakan dan inisiatif lokal membangun sinergi dengan para pihak(good governance) dalam perbaikan pencitraan pembangunan berkesinambungan (suistenable development).

Walikota Sukabumimembawakan topik pengalaman tentang Techno Enterpreneur bagi pelayanan public private mixed services dibidang pelayanan kesehatan rujukan sejalan dengan peningkatan index pembangunan manusia dan index kesejahteraan melalui sektor pendidikan, kesehatan dan perdagangan/ekonomi. Konvensi di Berlin merupakan lanjutan bantuan pemerintah Jerman sejak tahun 2004 pasca kejadian tsunami Aceh yang berhasil melakukan rekontruksi infrastruktur pasca hancurnya fasilitas pelayanan publik dibeberapa negara di Asia, Afrika dengan mengumpulkan donasi dari berbagai sumber di Jerman.

Konvensi diikuti oleh perwakilan dari organissasi kota di Asia dan Pasifik, Vietnam, Monggolia, Srilanka, dan India disamping diikuti juga oleh Pemerintah Federal Jerman, NGO dan perguruaan tinggi di Jerman, perwakilan mitra dari Swedia dan Prancis , staff kedutaan Indonesia di Bonn,serta pemangku kepentingan lain yang tergabung dalam engagement global serta tokoh-tokoh kunci yang terkait dengan penanganan kaum migrant dan pengungsi yang sudah berkebangsaan Jerman.

Terdapat beberapa mitra yang tertarik dengan keterbukaan Walikota Sukabumiuntuk memberi kesempatan yang luas melakukan kerjasama yang resiprocal benefit dengan pemerintah kota dan masyarakat Sukabumi dalam beberapa bidang meliputi kerjasama antarkota(Sister City), penanganan sampah dan limbah yang non politied sebagai sumberdaya terbarukan, penanganan masalah-maslah sosial seperti kasus fedophilia yang pernah terjadi di Kota Sukabumi , kerjasama dalam transfer of knowledge dengan para dokter di rumah sakit Syamsudin,SHserta isue-isue global/lokal terkait dengan perilaku warga kota yang berubah dalam menghadapi issue global pembangunan berkelanjutan dan climatechange.

Selanjutnya pada kesempatan yang sama Walikota dan Direktur RSUD R.Syamsudin,SH Kota Sukabumi mendapat undangan dari esculap academic untuk melakukan observasi diskusi tentang fabrikasi alat-alat kesehatan, instrument dan alat canggih laparoscopy. Sangat mengagumkan di Kota Tutlingen Jerman Selatan yang jauh dari pusat pertumbuhan kota besar terdapat industri berskala global dengan kapasitas pegawai sebanyak 3.400 orang menghasilkan 6.800 berbagai jenis dan ukuran alat kedokteran yang diekspor dan dimanfaatkan bagi kegiatan pelayanan kesehatan diseluruh dunia.

Dalam 4 hari kunjungan di Jerman Walikota Sukabumimerasa kagum atas ketersediaan multy moda transportasi yang memiliki hingga 11 jalur trek kereta api berukuran 59 dengan frekuensi perjalan kereta api hanya berselang 10 hingga 15 menit saja serta ketepatan jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta, terutama kereta api yang sudah terintegrasi dengan bandara kemudian dengankota-kota dinegara Jerman, Swiss dan Italia, bahkan dengan seluruh negara di Eropa. Hal lain yang juga menarik perhatian Walikota Sukabumiadalah integrasi agrobisnis dalam skala pemilikan individu yang tertata seperti Once Village Once Product, didukung dengan infrastruktur pengairan serta transportasi produksi menggunakan kereta api hingga menyebabkan kesejahteraan penduduk lokal lebih baik tanpa merusak lingkungan. Ada satuhal lagi yang mengagumkan ditengah kota Roma dikiri kanan jalan kota ditemukan phon-pohon jeruk yang ranum dan tidak ada yang  mengambil/mencurinya, sehingga menjadi sumber penerimaan daerah.

Mengingat perjalanan ke Jerman dan beberapa kota lainnya di Eropa merupakan penugasan dari Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia(Apeksi), maka tugas selanjutnya bagi Walikota Sukabumi dan Direktur RSUD R. Syamsudin, SH adalah mendesiminasikan pengalaman maupun konsep baik yang diperoleh kepada para pimpinan daerah khususnya para walikota yang tergabung dalam Apeksi. Sekecil apapun, perjalanan Walikota Sukabumi ke Jerman dan kota-kota lainnya di Eropa harus membawa manfaat bagi kota-kota di Indonesia terlebih bagi Kota Sukabumi tercinta.


Dari 11 Kota dan  Kabupaten se indonesia yang memperoleh penghargaan di bidang Lakip (Laporan  Akuntabuilitas Kinerja Instansi Pemerintah )dengan katagori “B” tahun 2014 , 8

diantaranya yang telah melakukan study banding/belajar ke kota sukabumi.

Pemerintah Kota dan Kabupaten yang memperoleh penghargaan dari Kementrian Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( Menparb) adalah  Kota Sukabumi, Yogyakarta, Manado dan  Tanjung pinang. Sedangkan  untuk pemerintah  Kabupaten adalah,  Kab. Karimun, Bintan, Tanjung pinang, Muara Enim, Bantul Kulon progo, Sleman dan kabupaten bandung.

Penyerahan Penghargaan dilangsungkan  di Grand BallRoom Balai kartini Jakarta (8/12) 2014, oleh  Menparb, Yuddy Crisnandi dengan didampingi Mendagri dan Deputi RBKUNWAS/ M, Yusuf Ateh kepada para Bupati dan Walikota .

Tahun ini Kota Sukabumi mengalami kenaikan  sebesar 0,16 , tahun 2013 (70,65) dan pada 2014 memperoleh nilai 70, 81, sementara Komponen yang dinilai antara lain perencanaan kinerja (26,24) , pengukuran kinerja ( 15,20,  , pelaporan kinerja (11, 10) , evaluasi kinerja (6,12)  dan capaian kinerja( 12,10) .

Walikota , H.Mohamad Muraz, SH, MM ketika dimintai keterangannya oleh sejumlah awak media “ Kami tetap belum merasa  puas selama lima kali memperoleh   penghargaan LAKIP  dari Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo,  masih dalam katagori B , sebenarnya bisa mendapat nilai A. hanya karena beberapa faktor, akhirnya meraih nilai B.   “Kita memang konsisten meraih penghargaan LAKIP.” ujarnya 

“Pemerintah Kota Sukabumi akan kembali membuat terobosan baru, khususnya dalam bidang pelayanan terpadu satu atap, untuk masyarakat miskin, diantaranya melalui pelayanan Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat), Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah), dan Kartu Sehat,  dengan demikian, masyarakat  tidak perlu lagi datang ke RT dan RW masing-masing, karena cukup dilayani di satu instansi terkait saja
“Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan sebuah Laporan yang berisikan akuntabilitas dan kinerja dari suatu instansi pemerintah. Untuk Pemerintah daerah tingkat propinsi dan Kota / Kabupaten instansi pemerintah adalah Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) diberikan hak dan tanggung jawab untuk mengelola sendiri administrasi dan keuangan”.

Penyusunan LAKIP berdasarkan siklus anggaran yang berjalan 1 tahun secara lengkap memuat laporan yang membandingkan perencanaan dan hasil. Dalam penyusunan suatu kegiatan belanja, dibuat suatu masukan mengenai besaran dana yang dibutuhkan, hasil sesuatu bentuk nyata yang diperoleh dari dana yang dikeluarkan. Manfaat diperoleh karena kegiatan belanja tersebut dilaksanakan serta dampak yang dihasilkan karena pelaksanaan suatu kegiatan belanja.

Senin, 02 September 2013



Kum Muspimin dan Muslimat Di seluruh penjuru dunia dan pelosok tanah air termasuk di seluruh wilayah kota Sukabumi, melaksanakan ibadah shaum sebulan lamanya sesuai dengan firman Allah Swt. dalam surat Al Baqarah ayat 183.

Program unggulan yang telah menjadi trend dan menjadi kalender tahunan yaitu program Safari Ramadhan Muspida.  mulai tahun 2013 program tersebut dilengkapi dengan Jumat keliling (jumling) dan kultum ba’da dzuhur bagi segenap karyawan dan karyawati serta masyarakat  yang dilaksanakan di mesjid Jami Al Iklash Setda. 

Melalui program semacam ini ternyata telah mampu menyerap aspirasi yang berkembang di masyarakat dan secara dialogis masyarakat memiliki keleluasaan untuk menyampaikan berbagai keinginannya sehingga terbangun simbiosis mutualism. 

Konteks ritual dan sosial dalam bulan suci Ramadhan menghiasai perjalanan kegiatan Safari Ramadhan karena diwarnai siraman rohani oleh MUI , pengarahan walikota dan wakil walikota, serta dihiasi dengan penyerahan dana bantuan sarana keagamaan bagi para pengurus DKM mesjid Jamie.


Tidak hanya sebatas itu, setiap bulan suci Ramadhan Pemerintah kota Sukabumi menyerahkan dana bantuan munggah dan ketupat lebaran bagi para ketua RT dan RW, kaum duafa, panti-panti asuhan, abang beca, kusir delman, dengan tidak melihat secara administatif kediaman mereka. Hal ini tentunya, upaya mewujudkan pemerintahan rahmatan lil alamin

Pada prinsipnya pemerintah kota Sukabumi sesuai dengan regulasi yang ada tengah melakukan reformasi birokrasi  dari penguasa menjadi pelayan masyarakat. Kendati di sana sini masih terdapat kekurangan. Namun, pada prinsipnya walikota dan wakil walikota Sukabumi telah menancapkan niat dan tekat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik bagi peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM ) baik dari segi pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi.

Baru saja tiga bulan lamanya, H. Mohammad Muraz, S.H.,MM. dan H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.Pd. memangku jabatan, telah mampu mengukir sejarah baru dalam mendulang berbagai prestasi antara lain; peraihan piala ADIPURA, kedua SMKN 1 tampil sebagai juara satu dalam lomba sekolah sehat di tingkat provinsi Jawa Barat, yang kini sedang bertandang di tingkat nasional, ketiga adalah penghargaan dari pemerintah pusat sebagai kota layak anak. Sisi lain yang tengah dalam perjalanan adalah pembangunan segmen tiga jalan lingkar selatan Baros tembus Cibeurem serta pembangunan lanjutan terminal bis antar kota dalam dan luar provinsi yang masih dalam pengerjaan.*Dendayasa.

Minggu, 10 Maret 2013


SEBANYAK 31 Sekolah Dasar dan 16 SMP di Kota Sukabumi dipastikan menjadi percontohan penerapan kurikulum pendidikan 2013 di tahun ajaran 2013/2014. Bahkan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi sudah dua kali melakukan sosialisasi kepada stakeholder pendidikan pada bulan Februari lalu.
“Saat ini masih dalam tahap sosialiasi dan belum pelaksanaan penerapan kurikulumnya,” kata Kabid Prapendas Disdik Kota Sukabumi, Dian Suciati kepada jatengtime via telepon kemarin.
Dijelaskannya, terdapat beberapa perubahan dalam kurikulum pendidikan 2013 antara lain proses KBM dan struktur kurikulum. Bahkan yang paling tampak perubahan semakin berkurangnya jumlah mata pelajaran di sekolah dasar yang awalnya 10 terintegrasi menjadi hanya 7 mata pelajaran dengan struktur kurikulum yang berubah juga.
“Sedangkan bagi SMP hanya mata pelajaran TI Komputer yang dihilangkan termasuk struktur kurikulumnya juga berubah,” ujarnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, nantinya kurikulum pendidikan di tingkat sekolah dasar akan diterapkan kepada murid kelas 1 hingga 3, sedangkan bagi SMP khusus siswa kelas 1 saja.
“Hanya 31 sekolah dari 121 SD se Kota Sukabumi yang dijadikan percontohan penerapan kurikulum pendidikan 2013,” ungkapnya.* Herry Febriyanto 

Selasa, 05 Maret 2013

Reporter : ENDANG SUMARDI
Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kota Sukabumi, bekerja sama dengan salah satu media cetak lokal Sukabumi dan salah satu televisi swasta nasional, hari Selasa, 5 Maret 2013, bertempat di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi, menyelenggarakan event Makan Besar, yakni Mochi Raksasa berdiameter 1,5 meter. Adapun maksud dan tujuannya, dalam rangka menyambut sekaligus memeriahkan Peringatan Ke-99 Hari Jadi Kota Sukabumi, tepatnya yang jatuh pada tanggal 1 April 2013.

Hadir pada kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., Kepala Diskopperindag Kota Sukabumi, Drs. Dudi Fathul Jawad, M.Pd., Ketua Tim Penggerak TP PKK Kota Sukabumi, Nyonya Hajah Isye Muslikh Abdussyukur, jajaran panitia penyelenggara, dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, kepada segenap jajaran panitia penyelenggara, yang telah menyelenggarakan event Makan Besar, yakni Mochi Raksasa ini. Karena kegiatan tersebut, sangat positif dan besar manfaatnya, khususnya dalam mempromosikan penganan khas Kota Sukabumi. Diharapkannya, melalui kegiatan tersebut, penganan khas Kota Sukabumi ini, semakin dikenal dan disukai oleh warga masyarakat, sehingga produk penganan tersebut dapat ditingkatkan dan dikembangkan, oleh para pelaku dan pengrajin penganan tersebut.

Walikota Sukabumi menandaskan, penganan khas Kota Sukabumi ini, sudah merambah ke berbagai daerah Indonesia, bahkan hingga ke manca negara, karena memiliki cita rasa yang khas. Dengan demikian, penganan khas Kota Sukabumi ini, dapat mendongkrak perekonomian warga masyarakat Kota Sukabumi. Selain itu, juga dapat menunjang terhadap pencapaian Visi Pembangunan Kota Sukabumi Tahun 2005-2025, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi, Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2008-2013, yakni Dengan iman dan taqwa, mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

Rabu, 27 Februari 2013

 
Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., sudah berkali-kali menandaskan, siapapun Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Periode Tahun 2013-2018 yang terpilih menjadi pemenang, merupakan yang terbaik dan pilihan warga masyarakat Kota Sukabumi.

Berkaitan dengan hal tersebut, Walikota Sukabumi berharap kepada segenap Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, beserta segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, yang ingin mengetahui Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi yang terpilih menjadi pemenang, agar menunggu hasil akhir penghitungan suara, serta akan ditentukan dan ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, melalui rapat pleno, yang menurut rencana akan dilaksanakan pada hari Jumat, 1 Maret 2013.

Selain itu, Walikota Sukabumi juga meminta kepada segenap Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, beserta segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, agar bersabar dan tenang, serta senantiasa menjaga keamanan, ketertiban, kerukunan dan kedamaian, guna menciptakan suasana kondusif wilayah Kota Sukabumi.

Walikota Sukabumi juga berharap kepada Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Periode Tahun 2013-2018 yang terpilih menjadi pemenang, dapat membawa perubahan terhadap Kota Sukabumi, ke arah yang lebih baik lagi.

Disamping itu, juga dapat melanjutkan program-program yang bermanfaat bagi warga masyarakat Kota Sukabumi, sekaligus mewujudkan program-program yang belum dapat direalisasikan dengan baik, oleh Pasangan Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi periode tahun sebelumnya. Maksud dan tujuannya, untuk lebih memajukan wilayah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat Kota Sukabumi di berbagai bidang. 
 ENDANG SUMARDI

Senin, 25 Februari 2013


KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi baru akan melakukan penetapan dan mengumumkan siapa pemenang Pemilukada Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi periode 2008-2013 pada 1 Maret mendatang saat sidang pleno terbuka penghitungan surat suara, di Komplek Setukpa Lemdikpol Polri.
“Saat ini kami belum bisa mengumumkan siapa yang unggul dalam Pemilukada Kota Sukabumi 2013, karena masih menunggu selesainya penghitungan suara di PPS dan PPK,” kata Ketua Divisi Penyelenggaraan Pemilu KPU Kota Sukabumi Agus Firmansyah, kemarin.
Menurutnya, KPU belum bisa memberikan informasi sementara terkait pasangan mana yang unggul, karena tabulasi suara belum mencapai seratus persen. Namun demikian dirinya menegaskan, melihat hasil perolehan suara yang muncul saat ini dari hasil penghitungan cepat di Desk Pemilukada Setda Kota Sukabumi, tidak akan terjadi putaran kedua.
“Perolehan suara pasangan nomor dua dan empat kalau kita lihat saat ini sudah berada di atas 30 persen dan tidak akan ada putaran kedua,” ujarnya.
Lebih lanjut Agus mengatakan, meskipun hasil penghitungan cepat suara di Desk Pemilukada Kota Sukabumi sudah memunculkan pasangan yang unggul sementara saat ini, namun pihaknya tidak akan mengacu kepada hasil dari Desk Pemilukada.
“Kami tidak akan mengacu kepada hasil penghitungan di desk Pemilukada, karena posisi mereka hanya sekedar membantu saja dan sebagai pembanding,” ungkapnya.* Herry Febriyanto 

WALIKOTA Sukabumi H. Mokh. Muslikh Abdussyukur melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke setiap ruangan dan bagian di Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, kemarin. Sidak tersebut bertujuan untuk memantau sejauhmana kesiapan pegawai dan fasilitas pendukung dalam menunjang kegiatan pekerjaan sehari-hari.
Sidak yang didampingi Asda II H. Deden Solehudin, Kabag Umum Diar Ruswidjarnako dan Kasi Humas Kominfo Deden Dendayasa, dimulai dari melihat langsung ruangan kerja di bagian Asda, Staf Ahli, DPPKAD, Bagian Hukum, Bagian Tata Pemerintahan, Bagian Kesra, Bagian Ortala, Bagian Ratel dan Kominfo serta pres room wartawan.
Menurut Walikota Sukabumi H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, sidak tersebut sebagai upaya melihat kondisi ruangan kerja di setiap bagian apakah lengkap atau ada yang perlu ditambah fasilitasnya.
“Intinya kedepan kita akan tata kembali setiap ruangan kerja dan bagian, sehingga terlihat estetikanya,” ujarnya.
Bahkan saat sidak di Bagian Sandi dan Telekomunikasi (Ratel), Walikota sempat mencoba langsung alat break 2 km dengan memantau kegiatan kampanye dan kesiapan aparat di wilayah seperti kelurahan dan kecamatan.
Hal serupa juga terjadi ketika Walikota melakukan sidak ke ruangan pres room wartawan yang biasa meliput di Setda Kota Sukabumi, dirinya mengatakan akan membenahi ruangan bagi wartawan dan menambah fasilitas seperti komputer untuk menunjang kinerja rekan-rekan pers.* Herry Febriyanto

WALIKOTA Sukabumi H. Mokh. Muslikh Abdussyukur melantik dan mengambil sumpah jabatan sekitar 221 orang pejabat eselon II dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, di Gedung Juang 45, kemarin.
Selain pelantikan, Walikota juga mengukuhkan beberapa pejabat eselon II, yaitu Sekretaris DPRD kota Sukabumi, Yudi Wiharsa dan Kepala Dinas Pertanian Kardina Karsoedi.
“Agenda pelantikan saat ini merupakan salah satu upaya untuk mengisi kekosongan jabatan di beberapa OPD dan dinas terkait perubahan SOTK baru,” kata Walikota.
Dijelaskan Muslikh, banyak jabatan yang masih kosong seiring perubahan SOTK baru dan tentunya harus segera diisi demi kelancaran jalannya program dan kinerja OPD ataupun dinas tersebut. Seperti di Kantor Kominfo, Dinas Perhubungan Bina Marga serta BPBD Kota Sukabumi.
“Saya hanya berpesan kepada seluruh pejabat yang dilantik agar menjalankan amanah ini dengan penuh tanggungjawab,” ujarnya.
Muslikh juga menghimbau kepada pejabat yang dilantik agar memberikan pelayanan yang prima dan professional kepada masyarakat.* Herry Febriyanto

WALIKOTA Sukabumi H. Mokh. Muslikh Abdussyukur meminta seluruh PNS yang berada di lingkungan Setda Kota Sukabumi menjalankan disiplin dengan baik khususnya mengikuti apel pagi setiap hari.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel pagi di Lapang Apel Setda Kota Sukabumi, Kamis (21/2).
Bahkan untuk mengecek langsung kehadiran PNS yang mengikuti apel pagi, Walikota Sukabumi H. Mokh. Muslikh Abdussyukur sempat meminta mereka untuk mulai menghitung.
“Apel pagi sangat penting bagi para PNS untuk menanamkan jiwa disiplin, terlebih dengan anda (PNS) hadir lebih pagi berdampak terhadap optimalnya roda pemerintahan,” ujarnya.
Walikota juga meminta seluruh PNS untuk menysukuri apa yang telah didapatkan saat ini dengan bekerja lebih baik dalam melayani masyarakat dan mewujudkan pemerintahan yang baik. Agar Kota Sukabumi sehat, cerdas dan sejahtera bisa tercapai.
“Tatanan pemerintahan harus bagus, agar nantinya proses input hingga outputnya juga bagus,” katanya.
Diakhir sambutannya, Muslikh mengharapkan agar seluruh PNS yang ada dilingkungan Pemkot Sukabumi menjadi karyawan yang berkualitas dan profesionalisme sehingga siap untuk ditempatkan dimana saja.
“Insyallah awal bulan Mei nanti, saya akan kerahkan apel besar seluruh PNS se Kota Sukabumi sekaligus untuk pamit karena masa jabatan yang akan akan berakhir,” ungkapnya.* (Herry Febriyanto)

MEMEGANG suatu jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggungjawab, terlebih ketika menajdi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang nota bene merupakan pelayan masyarakat dan juga pemerintah.
Hal ini pula yang dijalani Kepala Seksi (Kasi) Komunikasi dan Diseminasi Informasi Kantor Kominfo Kota Sukabumi, Deden Dendayasa yang selama 35 tahun semenjak dirinya dilantik menjadi PNS tidak pernah lepas dari pekerjaannya sebagai humas.
“Meski puluhan tahun saya tidak pernah beranjak dari posisi seorang humas, namun banyak hal yang dapat saya pelajari, baik dari sisi keilmuan maupun karakter orang banyak,” katanya di ruang kerjanya, Senin (18/2).
Dirinya pertama kali diangkat menjadi PNS pada tahun 1986 pada Bagian Umum, Humas dan Protokol dengan gaji Rp. 74.600/bulan. Sebelumnya dirinya terlebih dahulu menjadi tenaga honorer selama 7 tahun berdasarkan SK Walikota nomor 292/Ps.014/SK/1978, dengan gaji Rp 12.500/bulan, lalu diangkat menjadi Calon pegawai (Capeg) dengan gaji Rp 22.240.
“Sejak saat itu hingga saat ini saya memegang prinsip Kodam III Siliwangi , Sauetik ge Mahi, Hade Goreng Ku Omong dan Ngadu bako. Sekecil apapun peran saya pada suatu organisasi berisi keras untuk dapat menyuguhkan suatu nilai yang terbaik bagi kepentingan organisasi itu sendiri. Apalagi ditempatkan pada suatu bagian yang penuh dengan tantangan,” ujarnya.
Terkait dengan bidang kehumasan yang dilakoninya selama 35 tahun ini, menurutnya, peran humas seperti yang dikatakan DR. Elvinaro memiliki dua kaki, yaitu satu kaki dilembaga dan satu kaki di public.
Terlebih posisi humas sebagai advisor, Conselor dan Interpriter yang harus mampu secara cepat dan adaptip menafsirkan kebijakan pimpinan, Komunikasi lembaga dan aspirasi yang berkembang di masyarakat untuk melahirkan mutual understanding (penyamaan persepsi ) sehingga peran humas harus mampu membangun image building dan reputasi building.
“Orang Humas harus mampu mencermati setiap perkembangan yang ada, kreatif, Inovatif dan partisipatif serta early worning, early diteksien dan early eksen, terlebih diera kemajuan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) saat ini. Usia boleh menua, namun tetap pemikiran harus tetap energik, promotif dan memiliki jiwa inisiator upaya mengimbangi menjawab tantangan diera saat ini,” ungkapnya.
Bahkan pada saat dirinya kembali dikukuhkan pada posisi yang sama yaitu sebagai humas beberapa waktu lalu oleh Walikota, Deden tetap ceria dan menerima dengan lapang dada tugasnya tersebut meski dirinya akan memasuki masa pensiun di tahun 2014 nanti.
“Tidak mudah untuk menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil, Sebagai abdi Negara, abdi Pemerintah dan abdi masyarakat, tentunya sebagaimana diamanaatkan undang-undang seorang PNS harus lebih mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi atau golongan,” tandas pria yang memiliki motivasi kerja melalui dua pendekatan yaitu, referensi berdasarkan filosofis, Siddik, amanah, Fathonah dan Tablig serta referensi kedua dari pakar motivasi kerja Edward Bernat Bersent and Garry.* (Herry Febriyanto)

SEBANYAK 13 Calon Pegawai Negeri Sipil kategori I di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, menerima SK pengangkatan sebagai PNS sebagai bentuk penghargaan terhadap kinerja mereka selama ini.
Penyerahan SK tersebut dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Sukabumi H.M. Hanafie Zein di Lapang Apel Setda Kota Sukabumi, kemarin.
“SK tersebut sebagai bentuk penghargaan kita terhadap kinerja mereka selama ini,” kata Sekda.
Menurut Hanafie, mereka yang menerima SK PNS tersebut merupakan sisa dari kategori I dengan masa kerja diatas 10 tahun. Bahkan sebenarnya dari segi usia mereka sebentar lagi sudah memasuki masa pensiun dan ini berntuk penghargaan pemkot Sukabumi.
“SK tersebut berlaku sudah sejak bulan desember 2012 lalu, namun baru kita bagikan hari ini,” ujarnya.
Saat ditanya terkait rencana dibukanya kembali pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahjun 2013 di Pemkot Sukabumi, menurut Hanafie masih dalam tahap kajian oleh pemerintah pusat untuk mengetahui berapa jumlah kebutuhan PNS tahun ini.
“Selama dua tahun ini kami juga masih terus membahas dan mengkaji terkait berapa CPNS yang dibutuhkan,” ujarnya.
Diungkapkannya, pembahasan dan pengkajian terkait CPNS tahun ini bukan hanya dilakukan oleh Pemkot Sukabumi saja melainkan juga hal serupa dilakukan oleh daerah lain.
“Berapapun kuota yang diberi ke daerah merupakan keputusan pemerintah pusat,” ungkapnya. ( Herry Febriyanto )