Info Seputar Sukabumi

Tampilkan postingan dengan label Lain-Lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-Lain. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Februari 2015

TABRAKAN BERUNTUN: Kecelakan yang melibatkan truk tronton Aqua, truk semen dan Suzuki APV terjadi di Jalan Sukaraja, Kampung Cipetir, Desa Priangan Jaya, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Rabu (4/1/2015) malam. Akibatnya 8 orang luka parah dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Sukabumi.SUTANSYATARJO/SEPERTIINI.COM
SUKABUMI – Kecelakan yang melibatkan truk tronton Aqua, truk semen dan Suzuki APV terjadi di Jalan Sukaraja, Kampung Cipetir, Desa Priangan Jaya, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Rabu (4/1/2015) malam. Akibatnya 8 orang luka parah dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Sukabumi.
Sopir truk Aqua bernama Wawan yang mengalami luka kritis sempat terjepit. Setelah 3 jam baru berhasil dievakuasi. Sementara korban lainnya yakni 6 orang di mobil APV dan 1 orang sopir truk semen bernama Nanang Sobari.
Kecelakaan dipicu oleh truk tronton Aqua yang melaju dari arah Cianjur  menuju Sukabumi mengalami rem blong. Karena sudah tak terkendali, tabrakan pun tak bisa terhindarkan. Akhirnya tronton menyeruduk truk semen dan APV.
Tragedi tersebut sempat menyebabkan jalan macet. Baik tronton, truk semen maupun APV mengalami rusak berat. Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari kepolisian. (*net)

Minggu, 01 Februari 2015

Oleh : GM. Sukarman / Ka Kominfo
Membaca buku “Sasakala Sakabumi Pajajaran Sindang Parang – Ngabuka Sajarah dan Pusaka Bumi Pajajaran di Sukabumi”, yang ditulis oleh Muhammad Fajar Laksana (Pesantren Dzikir Al’Fath Sukabumi), ada hal menarik dari pemahaman yang diperoleh selama ini karena keterbatasan referensi bacaan tentang sejarah Sukabumi.  Ternyata jauh waktu sebelum kehadiran kaum kolonial di tanah air, pada khususnya di Sukabumi telah memiliki eksistensi dan cerita tersendiri.
Sebagaimana yang kita pahami sampai saat ini, bahwa penggunaan sebutan “ SOEKA – BOEMI ” mulai dipergunakan sejak tahun 1815, yang sebelumnya adalah Gunung Parang dengan Ibu Kota “TJIKOLE”. Nama tersebut diusulkan oleh Kepala Daerah Bangsa Indonesia kepada Pemerintah Kompeni melalui seorang Administrator Bangsa Belanda di Sukabumi, yaitu Andries Dewilde.
Sebuah karya berharga yang sudah sepantasnya kita apresiasi bersama,  selain terbit bertepatan dengan peringatan 100 Tahun (seabad) Kota Sukabumi pada tahun 2014 lalu,  buku ini telah membuka cakrawala baru dalam memahami sejarah Sukabumi yang oleh penulisnya didasarkan kepada serangkaian penelitian ilmiah dengan dukungan teori dan metode, serta adanya fakta dan obyek, sehingga kita mengenal sejarah Sukabumi bukan lagi hanya sekedar mereka-reka dari sudut pandang etimologis, akronim atau bahkan mungkin berupa cerita turun temurun.
Mencoba memahami sejarah, dari aspek teori, buku ini menjelaskan waktu kejadian adanya kerajaan Pajajaran Sindang Parang di Sukabumi yaitu pada abad 13 dan 14.  Dari aspek metode, pernyataan-pernyataan dalam buku ini didukung oleh adanya bukti-bukti hasil penemuan, satu diantaranya berupa batu-batu unik di lokasi Gunung Karang Kecamatan Baros. Penemuan “benda Sejarah” ini barangkali bisa menjelaskan kepada kita telah adanya aktivitas dan peristiwa pada suatu masa di tempat tersebut.
Membaca buku ini sebagian dari kita terlebih generasi muda tentu hampir tidak percaya apabila pada abad 13 dan 14 di Kota Sukabumi pernah ada kerajaan Sunda yang bernama Sakabumi Pajajaran Sindang Parang. Bukti berupa peninggalan benda-benda atau nama-nama tempat seperti : Gunung Karang, Gunung Parang dan Sakabumi yang kita kenal saat ini dengan Sukabumi, tentunya bukan hal yang kebetulan. Seiring waktu, dengan pendekatan keilmuan biarkan sejarah menemukan kebenarannya, karena kebenaran hakiki hanya milik Allah Swt semata.
Yang paling penting bagi kita, bahwa dengan memahami sejarah, apalagi sejarah tentang Sukabumi, kita senantiasa bisa berdialog antara masa kini dan masa lampau untuk memperoleh nilai-nilai penting yang berguna bagi kehidupan. Nilai-nilai itu dapat berupa ide-ide, kearifan lokal maupun konsep kreatif sebagai sumber motivasi bagi pemecahan masalah masa kini dan selanjutnya untuk merealisasikan harapan masa yang akan datang.
Memahami sejarah juga penting untuk memperoleh inspirasi dan semangat bagi mewujudkan identitas sebagai suatu bangsa, semangat nasionalisme maupun dalam upaya menumbuhkan harga diri bangsa.
Oleh karena itu, buku “Sasakala Sakabumi Pajajaran Sindang Parang – Ngabuka Sajarah dan Pusaka Bumi Pajajaran di Sukabumi” setidaknya dapat menambah referensi tentang perjalanan sejarah Sukabumi sekaligus memotivasi kita untuk menjadi pelaku sejarah Sukabumi yang produktif dan layak dikenang oleh anak cucu di masa depan.

Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, SH,MM adalah salah satu peserta baru  dari 30 Walikota – bupati yang telahmelakukan penandatanganan Piagam Komitmen Kota Hijau dan Urban Greening Forum 3 sebagai bentuk nyata komitmen Pemerintah kabupaten/kota terhadap perwujudan Kota Hijau di Indonesia.

Upacara  Penandatanganan dilangsungkan di Jakarta (6/11) disaksikan oleh Plt. Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Imam S. Ernawi.

Direktur Perkotaan Ditjen Penataan Ruang Dadang Rukmana, 30 Kabupaten/Kota peserta baru antara lain  Kota Sukabumi,  Kota Langsa, Kabupaten Pidie Jaya, Kota Tebing Tinggi, Kota Payakumbuh, Kota Lubuklinggau, Kabupaten Muara Enim, Kota Jambi, Kabupaten Lampung Timur, , Kabupaten Cirebon, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Cilacap , Kabupaten Grobogan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kota Pontianak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kota Palopo, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Bombana, Kabupaten Banggai, Kabupaten Parigi Moutong, Kota Tidore Kepulauan, dan Kota Ternate.

Dadang Rukmana menilai program stimulus ini telah berhasil. “Evaluasinya positif, sebagai program stimulus kita nilai berhasil hal ini ditunjukan dengan yang tadinya kabupaten/kota tidak memiliki program pengembangan kota hijau jadi punya bahkan bisa 7 kali lipat dari yang kita fasilitaskan, sekitar 7 sampai 8 miliar termasuk pembebasan lahan dari dana APBD,”tutur Dadang.


Lebih lanjut Dadang menuturkan dana tersebut tergantung luas lahan, adapun luas lahan 1 ha dapat menelan biaya 1,5 miliar sampai 2 miliar. “Tapi itu tidak termasuk harga lahan, karena lahan harus disediakan oleh Pemerintah Daerah,”lanjut Dadang. 

Plt. Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian PU-Pera  mengungkapkan ,  ke-30 kabupaten/kota tersebut dipandang  telah memenuhi  persyaratan  yang telah ditentukan, “ Terdapat  3 atribut yang telah mereka penuhi  meliputi  dari segi planning dan design yang  betul-betul pro green, kedua masyarakat di daerah setempat didorong untuk lebih pro green lalu ketiga memfasilitasi dan membantu pemerintah daerah untuk mewujudkan ruang terbuka hijau,”ujarnya.

Direktorat  Jenderal Penataan Ruang  sendiri  telah bekerja sama dengan pemerintah kota/kabupaten dan komunitas hijau yang terdapat pada kota/kabupaten tersebut dalam merintis pembentukan Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH)  yang merupakan salah satu upaya mengimplementasikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).ujarnya.

Dalam setiap menghadapi tibanya penggantian tahun  di Kota Sukabumi  dilaksanakan apel siaga di halaman balaikota serta Sujud Syukur yang dilaksanakan setelah sholat berjamaah magrib dan isya di mesjid jamie Al-Ikhlas Sekretariat Pemda yang dilengkapi dengan ceramah keagamaan dan sambutan Walikota.

Apel Malam Tahun Baru 2015 ditandai  dengan Pencanangan Gerakan Keselamatan Berlalu Lintas Menuju Indonesia Tertib “ Keselamatan Nomor 1 di Kota Sukabumi, dilanjutkan dengan penandatanganan spanduk dukungan aksi keselamatan serta Yel-yel aksi keselamatan berlalu lintas yang dipimpin oleh Kasat Lantas Sukabumi Kota AKP Karyaman.

Pada kesempatan yang sama    Walikota, H. Mohamad Muraz, SH MM beserta unsur Muspida melakukan sidak ke terminal bis dan Kantor Dinas Perhubungan serta meninjau  kondisi  Traffic Management Center yang dibangun dijalan Jend. Sudirman.

Walikota, H.Mohamad Muraz, SH MM mengemukakan bahwa sudah menjadi tradisi   dalam setiap malam pergantian tahun    di wilayah hukum Pemerintah Kota Sukabumi, hampir semua ruas-ruas jalan utama sesak dipadati kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat termasuk para pejalan kaki yang datang dari arah timur, barat, utara dan selatan secara individu maupun  kelompok menuju ruang publik lapangan merdeka, tempat hiburan, Café, hotel, restoran, rumah makan dan swalayan.

“Mencermati kondisi demikian Pemerintah Kota sukabumi bekerjasama dengan TNI, Polri dan komponen masyarakat secara terpadu  melakukan kesiapan dan persiapan yang dikonsolidasikan melalui apel siaga tahun baru, upaya menciptakan nuansa  ketertiban, keamanan  dan kenyamanan  masyarakat pribumi maupun pendatang dalam  penyambutan tibanya pergantian tahun”.

Lebih lanjut dikemukakan Walikota, berdasarkan fakta, penggunaan kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat di kota sukabumi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang berdampak terhadap pelanggaran, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Oleh karena demikian “ungkap Walikota “ untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas diperlukan adanya kesadaran dan komitmen bersama dalam aksi nyata keselamatan berlalu lintas, karena terjadinya kecelakaan biasanya diawali dengan pelanggaran  serta kurangnya kepedulian dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
“ Marilah Kita berkomitmen untuk meningkatkan kualitas perilaku pengguna jalan dan secara terus menerus menumbuhkan budaya keselamatan berlalu lintas sebagai suatu kebutuhan “ ujarnya.

Minggu, 10 Maret 2013


SEBANYAK 31 Sekolah Dasar dan 16 SMP di Kota Sukabumi dipastikan menjadi percontohan penerapan kurikulum pendidikan 2013 di tahun ajaran 2013/2014. Bahkan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi sudah dua kali melakukan sosialisasi kepada stakeholder pendidikan pada bulan Februari lalu.
“Saat ini masih dalam tahap sosialiasi dan belum pelaksanaan penerapan kurikulumnya,” kata Kabid Prapendas Disdik Kota Sukabumi, Dian Suciati kepada jatengtime via telepon kemarin.
Dijelaskannya, terdapat beberapa perubahan dalam kurikulum pendidikan 2013 antara lain proses KBM dan struktur kurikulum. Bahkan yang paling tampak perubahan semakin berkurangnya jumlah mata pelajaran di sekolah dasar yang awalnya 10 terintegrasi menjadi hanya 7 mata pelajaran dengan struktur kurikulum yang berubah juga.
“Sedangkan bagi SMP hanya mata pelajaran TI Komputer yang dihilangkan termasuk struktur kurikulumnya juga berubah,” ujarnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, nantinya kurikulum pendidikan di tingkat sekolah dasar akan diterapkan kepada murid kelas 1 hingga 3, sedangkan bagi SMP khusus siswa kelas 1 saja.
“Hanya 31 sekolah dari 121 SD se Kota Sukabumi yang dijadikan percontohan penerapan kurikulum pendidikan 2013,” ungkapnya.* Herry Febriyanto 

Selasa, 05 Maret 2013

Reporter : ENDANG SUMARDI
Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kota Sukabumi, bekerja sama dengan salah satu media cetak lokal Sukabumi dan salah satu televisi swasta nasional, hari Selasa, 5 Maret 2013, bertempat di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi, menyelenggarakan event Makan Besar, yakni Mochi Raksasa berdiameter 1,5 meter. Adapun maksud dan tujuannya, dalam rangka menyambut sekaligus memeriahkan Peringatan Ke-99 Hari Jadi Kota Sukabumi, tepatnya yang jatuh pada tanggal 1 April 2013.

Hadir pada kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., Kepala Diskopperindag Kota Sukabumi, Drs. Dudi Fathul Jawad, M.Pd., Ketua Tim Penggerak TP PKK Kota Sukabumi, Nyonya Hajah Isye Muslikh Abdussyukur, jajaran panitia penyelenggara, dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, kepada segenap jajaran panitia penyelenggara, yang telah menyelenggarakan event Makan Besar, yakni Mochi Raksasa ini. Karena kegiatan tersebut, sangat positif dan besar manfaatnya, khususnya dalam mempromosikan penganan khas Kota Sukabumi. Diharapkannya, melalui kegiatan tersebut, penganan khas Kota Sukabumi ini, semakin dikenal dan disukai oleh warga masyarakat, sehingga produk penganan tersebut dapat ditingkatkan dan dikembangkan, oleh para pelaku dan pengrajin penganan tersebut.

Walikota Sukabumi menandaskan, penganan khas Kota Sukabumi ini, sudah merambah ke berbagai daerah Indonesia, bahkan hingga ke manca negara, karena memiliki cita rasa yang khas. Dengan demikian, penganan khas Kota Sukabumi ini, dapat mendongkrak perekonomian warga masyarakat Kota Sukabumi. Selain itu, juga dapat menunjang terhadap pencapaian Visi Pembangunan Kota Sukabumi Tahun 2005-2025, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi, Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2008-2013, yakni Dengan iman dan taqwa, mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

Rabu, 27 Februari 2013

 
Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., sudah berkali-kali menandaskan, siapapun Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Periode Tahun 2013-2018 yang terpilih menjadi pemenang, merupakan yang terbaik dan pilihan warga masyarakat Kota Sukabumi.

Berkaitan dengan hal tersebut, Walikota Sukabumi berharap kepada segenap Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, beserta segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, yang ingin mengetahui Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi yang terpilih menjadi pemenang, agar menunggu hasil akhir penghitungan suara, serta akan ditentukan dan ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, melalui rapat pleno, yang menurut rencana akan dilaksanakan pada hari Jumat, 1 Maret 2013.

Selain itu, Walikota Sukabumi juga meminta kepada segenap Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, beserta segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, agar bersabar dan tenang, serta senantiasa menjaga keamanan, ketertiban, kerukunan dan kedamaian, guna menciptakan suasana kondusif wilayah Kota Sukabumi.

Walikota Sukabumi juga berharap kepada Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Periode Tahun 2013-2018 yang terpilih menjadi pemenang, dapat membawa perubahan terhadap Kota Sukabumi, ke arah yang lebih baik lagi.

Disamping itu, juga dapat melanjutkan program-program yang bermanfaat bagi warga masyarakat Kota Sukabumi, sekaligus mewujudkan program-program yang belum dapat direalisasikan dengan baik, oleh Pasangan Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi periode tahun sebelumnya. Maksud dan tujuannya, untuk lebih memajukan wilayah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat Kota Sukabumi di berbagai bidang. 
 ENDANG SUMARDI

Senin, 25 Februari 2013


KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi baru akan melakukan penetapan dan mengumumkan siapa pemenang Pemilukada Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi periode 2008-2013 pada 1 Maret mendatang saat sidang pleno terbuka penghitungan surat suara, di Komplek Setukpa Lemdikpol Polri.
“Saat ini kami belum bisa mengumumkan siapa yang unggul dalam Pemilukada Kota Sukabumi 2013, karena masih menunggu selesainya penghitungan suara di PPS dan PPK,” kata Ketua Divisi Penyelenggaraan Pemilu KPU Kota Sukabumi Agus Firmansyah, kemarin.
Menurutnya, KPU belum bisa memberikan informasi sementara terkait pasangan mana yang unggul, karena tabulasi suara belum mencapai seratus persen. Namun demikian dirinya menegaskan, melihat hasil perolehan suara yang muncul saat ini dari hasil penghitungan cepat di Desk Pemilukada Setda Kota Sukabumi, tidak akan terjadi putaran kedua.
“Perolehan suara pasangan nomor dua dan empat kalau kita lihat saat ini sudah berada di atas 30 persen dan tidak akan ada putaran kedua,” ujarnya.
Lebih lanjut Agus mengatakan, meskipun hasil penghitungan cepat suara di Desk Pemilukada Kota Sukabumi sudah memunculkan pasangan yang unggul sementara saat ini, namun pihaknya tidak akan mengacu kepada hasil dari Desk Pemilukada.
“Kami tidak akan mengacu kepada hasil penghitungan di desk Pemilukada, karena posisi mereka hanya sekedar membantu saja dan sebagai pembanding,” ungkapnya.* Herry Febriyanto 

WALIKOTA Sukabumi H. Mokh. Muslikh Abdussyukur melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke setiap ruangan dan bagian di Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, kemarin. Sidak tersebut bertujuan untuk memantau sejauhmana kesiapan pegawai dan fasilitas pendukung dalam menunjang kegiatan pekerjaan sehari-hari.
Sidak yang didampingi Asda II H. Deden Solehudin, Kabag Umum Diar Ruswidjarnako dan Kasi Humas Kominfo Deden Dendayasa, dimulai dari melihat langsung ruangan kerja di bagian Asda, Staf Ahli, DPPKAD, Bagian Hukum, Bagian Tata Pemerintahan, Bagian Kesra, Bagian Ortala, Bagian Ratel dan Kominfo serta pres room wartawan.
Menurut Walikota Sukabumi H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, sidak tersebut sebagai upaya melihat kondisi ruangan kerja di setiap bagian apakah lengkap atau ada yang perlu ditambah fasilitasnya.
“Intinya kedepan kita akan tata kembali setiap ruangan kerja dan bagian, sehingga terlihat estetikanya,” ujarnya.
Bahkan saat sidak di Bagian Sandi dan Telekomunikasi (Ratel), Walikota sempat mencoba langsung alat break 2 km dengan memantau kegiatan kampanye dan kesiapan aparat di wilayah seperti kelurahan dan kecamatan.
Hal serupa juga terjadi ketika Walikota melakukan sidak ke ruangan pres room wartawan yang biasa meliput di Setda Kota Sukabumi, dirinya mengatakan akan membenahi ruangan bagi wartawan dan menambah fasilitas seperti komputer untuk menunjang kinerja rekan-rekan pers.* Herry Febriyanto

WALIKOTA Sukabumi H. Mokh. Muslikh Abdussyukur melantik dan mengambil sumpah jabatan sekitar 221 orang pejabat eselon II dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, di Gedung Juang 45, kemarin.
Selain pelantikan, Walikota juga mengukuhkan beberapa pejabat eselon II, yaitu Sekretaris DPRD kota Sukabumi, Yudi Wiharsa dan Kepala Dinas Pertanian Kardina Karsoedi.
“Agenda pelantikan saat ini merupakan salah satu upaya untuk mengisi kekosongan jabatan di beberapa OPD dan dinas terkait perubahan SOTK baru,” kata Walikota.
Dijelaskan Muslikh, banyak jabatan yang masih kosong seiring perubahan SOTK baru dan tentunya harus segera diisi demi kelancaran jalannya program dan kinerja OPD ataupun dinas tersebut. Seperti di Kantor Kominfo, Dinas Perhubungan Bina Marga serta BPBD Kota Sukabumi.
“Saya hanya berpesan kepada seluruh pejabat yang dilantik agar menjalankan amanah ini dengan penuh tanggungjawab,” ujarnya.
Muslikh juga menghimbau kepada pejabat yang dilantik agar memberikan pelayanan yang prima dan professional kepada masyarakat.* Herry Febriyanto

WALIKOTA Sukabumi H. Mokh. Muslikh Abdussyukur meminta seluruh PNS yang berada di lingkungan Setda Kota Sukabumi menjalankan disiplin dengan baik khususnya mengikuti apel pagi setiap hari.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel pagi di Lapang Apel Setda Kota Sukabumi, Kamis (21/2).
Bahkan untuk mengecek langsung kehadiran PNS yang mengikuti apel pagi, Walikota Sukabumi H. Mokh. Muslikh Abdussyukur sempat meminta mereka untuk mulai menghitung.
“Apel pagi sangat penting bagi para PNS untuk menanamkan jiwa disiplin, terlebih dengan anda (PNS) hadir lebih pagi berdampak terhadap optimalnya roda pemerintahan,” ujarnya.
Walikota juga meminta seluruh PNS untuk menysukuri apa yang telah didapatkan saat ini dengan bekerja lebih baik dalam melayani masyarakat dan mewujudkan pemerintahan yang baik. Agar Kota Sukabumi sehat, cerdas dan sejahtera bisa tercapai.
“Tatanan pemerintahan harus bagus, agar nantinya proses input hingga outputnya juga bagus,” katanya.
Diakhir sambutannya, Muslikh mengharapkan agar seluruh PNS yang ada dilingkungan Pemkot Sukabumi menjadi karyawan yang berkualitas dan profesionalisme sehingga siap untuk ditempatkan dimana saja.
“Insyallah awal bulan Mei nanti, saya akan kerahkan apel besar seluruh PNS se Kota Sukabumi sekaligus untuk pamit karena masa jabatan yang akan akan berakhir,” ungkapnya.* (Herry Febriyanto)

MEMEGANG suatu jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggungjawab, terlebih ketika menajdi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang nota bene merupakan pelayan masyarakat dan juga pemerintah.
Hal ini pula yang dijalani Kepala Seksi (Kasi) Komunikasi dan Diseminasi Informasi Kantor Kominfo Kota Sukabumi, Deden Dendayasa yang selama 35 tahun semenjak dirinya dilantik menjadi PNS tidak pernah lepas dari pekerjaannya sebagai humas.
“Meski puluhan tahun saya tidak pernah beranjak dari posisi seorang humas, namun banyak hal yang dapat saya pelajari, baik dari sisi keilmuan maupun karakter orang banyak,” katanya di ruang kerjanya, Senin (18/2).
Dirinya pertama kali diangkat menjadi PNS pada tahun 1986 pada Bagian Umum, Humas dan Protokol dengan gaji Rp. 74.600/bulan. Sebelumnya dirinya terlebih dahulu menjadi tenaga honorer selama 7 tahun berdasarkan SK Walikota nomor 292/Ps.014/SK/1978, dengan gaji Rp 12.500/bulan, lalu diangkat menjadi Calon pegawai (Capeg) dengan gaji Rp 22.240.
“Sejak saat itu hingga saat ini saya memegang prinsip Kodam III Siliwangi , Sauetik ge Mahi, Hade Goreng Ku Omong dan Ngadu bako. Sekecil apapun peran saya pada suatu organisasi berisi keras untuk dapat menyuguhkan suatu nilai yang terbaik bagi kepentingan organisasi itu sendiri. Apalagi ditempatkan pada suatu bagian yang penuh dengan tantangan,” ujarnya.
Terkait dengan bidang kehumasan yang dilakoninya selama 35 tahun ini, menurutnya, peran humas seperti yang dikatakan DR. Elvinaro memiliki dua kaki, yaitu satu kaki dilembaga dan satu kaki di public.
Terlebih posisi humas sebagai advisor, Conselor dan Interpriter yang harus mampu secara cepat dan adaptip menafsirkan kebijakan pimpinan, Komunikasi lembaga dan aspirasi yang berkembang di masyarakat untuk melahirkan mutual understanding (penyamaan persepsi ) sehingga peran humas harus mampu membangun image building dan reputasi building.
“Orang Humas harus mampu mencermati setiap perkembangan yang ada, kreatif, Inovatif dan partisipatif serta early worning, early diteksien dan early eksen, terlebih diera kemajuan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) saat ini. Usia boleh menua, namun tetap pemikiran harus tetap energik, promotif dan memiliki jiwa inisiator upaya mengimbangi menjawab tantangan diera saat ini,” ungkapnya.
Bahkan pada saat dirinya kembali dikukuhkan pada posisi yang sama yaitu sebagai humas beberapa waktu lalu oleh Walikota, Deden tetap ceria dan menerima dengan lapang dada tugasnya tersebut meski dirinya akan memasuki masa pensiun di tahun 2014 nanti.
“Tidak mudah untuk menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil, Sebagai abdi Negara, abdi Pemerintah dan abdi masyarakat, tentunya sebagaimana diamanaatkan undang-undang seorang PNS harus lebih mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi atau golongan,” tandas pria yang memiliki motivasi kerja melalui dua pendekatan yaitu, referensi berdasarkan filosofis, Siddik, amanah, Fathonah dan Tablig serta referensi kedua dari pakar motivasi kerja Edward Bernat Bersent and Garry.* (Herry Febriyanto)

SEBANYAK 13 Calon Pegawai Negeri Sipil kategori I di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, menerima SK pengangkatan sebagai PNS sebagai bentuk penghargaan terhadap kinerja mereka selama ini.
Penyerahan SK tersebut dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Sukabumi H.M. Hanafie Zein di Lapang Apel Setda Kota Sukabumi, kemarin.
“SK tersebut sebagai bentuk penghargaan kita terhadap kinerja mereka selama ini,” kata Sekda.
Menurut Hanafie, mereka yang menerima SK PNS tersebut merupakan sisa dari kategori I dengan masa kerja diatas 10 tahun. Bahkan sebenarnya dari segi usia mereka sebentar lagi sudah memasuki masa pensiun dan ini berntuk penghargaan pemkot Sukabumi.
“SK tersebut berlaku sudah sejak bulan desember 2012 lalu, namun baru kita bagikan hari ini,” ujarnya.
Saat ditanya terkait rencana dibukanya kembali pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahjun 2013 di Pemkot Sukabumi, menurut Hanafie masih dalam tahap kajian oleh pemerintah pusat untuk mengetahui berapa jumlah kebutuhan PNS tahun ini.
“Selama dua tahun ini kami juga masih terus membahas dan mengkaji terkait berapa CPNS yang dibutuhkan,” ujarnya.
Diungkapkannya, pembahasan dan pengkajian terkait CPNS tahun ini bukan hanya dilakukan oleh Pemkot Sukabumi saja melainkan juga hal serupa dilakukan oleh daerah lain.
“Berapapun kuota yang diberi ke daerah merupakan keputusan pemerintah pusat,” ungkapnya. ( Herry Febriyanto )