Info Seputar Sukabumi

Senin, 19 Maret 2018

Peringatan Hari Kesadaran Nasional

Peringatan Hari Kesadaran Nasional Sukabumi
 
Liputan Sukabumi - Upacara sekaligus peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) Tingkat Polres Sukabumi dilaksanakan dihalaman Mako Polres Sukabumi, dengan Inspektur Upacara Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi.SH.SIK.MH dan Komandan Upacara Kanit Laka Polres Sukabumi Iptu Hermansyah S.Sos, Senin [19/3/2018].

Dalam amanatnya, Kapolres Sukabumi menyampaikan, Upacara Kesadaran Nasional bukan hanya acara seremonial akan tetapi mengandung arti bahwa Pemuda Indonesia pada saat itu mendorong Presiden Soekarno untuk mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia.

Selain upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional Kapolres Sukabumi memberikan Reward serta penghargaan kepada anggota Kepolisian Polres Sukabumi yang berprestasi dalam mengemban tugas.

Inilah sederetan nama nama anggota yang mendapatkan reward dari Kapolres Sukabumi, Aiptu Sukatman dari polsek Cikembar Ps Kanit Binmas, Bripka Handra YW Bhabinkamtibmas Polsek Cibadak, Brigadir Afif Pakharudin Bhabinkamtibmas Polsek Cicurug, Brigadir Muhammad Kundori Bhabinkamtibmas Polsek Curugkembar, Bripka Taupik Hadiyanto Spd dan Bhabinkamtibmas Polsek Palabuhanratu.

"Penghargaan diberikan atas dedikasi dan loyalitasnya terhadap Dinas serta berperan aktif dalam pembinaan di desanya" Ujar Kapolres Sukabumi.

Tiga anggota lain yang juga mendapat Reward dari Kapolres Sukabumi, Bripda Hasan Sofiyana Ba SPKT polres Sukabumi, Aiptu Deden Hendra Mulyana Brigadir Satlantas Polres Sukabumi dan Bripka Ernawati Ps Kanit bintibmas Satbinmas Polres Sukabumi.(*)

Reporter : Isep Panji / Editor : Dian Syahputra Pasi

Rabu, 04 Februari 2015

Wakil Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mendukung pembangunan gedung rehabilitasi pengguna narkoba, mengingat semakin tingginya angka peredaran narkoba saat ini.
“Sebenarnya sangat perlu, namun kita lihat dulu dan berkoordinasi dengan pihak terkait yakni Badan Narkotika Nasional,” ujarnya, Rabu (4/2/2015).
Langkah lainnya, lanjut Fahmi, bisa juga berkoordinasi dengan daerah sekitar apabila ada warga Kota Sukabumi yang perlu direhab karena pengaruh narkoba.
Dijelaskan Fahmi, tingginya peredaran narkoba juga dipengaruhi oleh gaya hidup saat ini. Bahkan khusus di Kota Sukabumi, bisa dilihat dari tingginya tingkat tawuran, HIV AIDS dan narkoba akibat gaya hidup.
“Kota Sukabumi menjadi pusat utama transaksi narkoba di Sukabumi, sedangkan produsennya dari daerah lain,” katanya.
Makanya ditegaskan Fahmi, pihaknya terus mengampanyekan no drugs, free sex dan HIV AIDS kepada masyarakat dan kalangan remaja.
“Sebetulnya gaya hidup positif semakin tumbuh, namun perilaku yang buruk juga sama dan ini menjadi pemikiran bersama dengan seluruh pihak,” pungkasnya. (sepertiini.com)
TABRAKAN BERUNTUN: Kecelakan yang melibatkan truk tronton Aqua, truk semen dan Suzuki APV terjadi di Jalan Sukaraja, Kampung Cipetir, Desa Priangan Jaya, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Rabu (4/1/2015) malam. Akibatnya 8 orang luka parah dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Sukabumi.SUTANSYATARJO/SEPERTIINI.COM
SUKABUMI – Kecelakan yang melibatkan truk tronton Aqua, truk semen dan Suzuki APV terjadi di Jalan Sukaraja, Kampung Cipetir, Desa Priangan Jaya, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Rabu (4/1/2015) malam. Akibatnya 8 orang luka parah dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Sukabumi.
Sopir truk Aqua bernama Wawan yang mengalami luka kritis sempat terjepit. Setelah 3 jam baru berhasil dievakuasi. Sementara korban lainnya yakni 6 orang di mobil APV dan 1 orang sopir truk semen bernama Nanang Sobari.
Kecelakaan dipicu oleh truk tronton Aqua yang melaju dari arah Cianjur  menuju Sukabumi mengalami rem blong. Karena sudah tak terkendali, tabrakan pun tak bisa terhindarkan. Akhirnya tronton menyeruduk truk semen dan APV.
Tragedi tersebut sempat menyebabkan jalan macet. Baik tronton, truk semen maupun APV mengalami rusak berat. Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari kepolisian. (*net)

Minggu, 01 Februari 2015

Oleh : GM. Sukarman / Ka Kominfo
Membaca buku “Sasakala Sakabumi Pajajaran Sindang Parang – Ngabuka Sajarah dan Pusaka Bumi Pajajaran di Sukabumi”, yang ditulis oleh Muhammad Fajar Laksana (Pesantren Dzikir Al’Fath Sukabumi), ada hal menarik dari pemahaman yang diperoleh selama ini karena keterbatasan referensi bacaan tentang sejarah Sukabumi.  Ternyata jauh waktu sebelum kehadiran kaum kolonial di tanah air, pada khususnya di Sukabumi telah memiliki eksistensi dan cerita tersendiri.
Sebagaimana yang kita pahami sampai saat ini, bahwa penggunaan sebutan “ SOEKA – BOEMI ” mulai dipergunakan sejak tahun 1815, yang sebelumnya adalah Gunung Parang dengan Ibu Kota “TJIKOLE”. Nama tersebut diusulkan oleh Kepala Daerah Bangsa Indonesia kepada Pemerintah Kompeni melalui seorang Administrator Bangsa Belanda di Sukabumi, yaitu Andries Dewilde.
Sebuah karya berharga yang sudah sepantasnya kita apresiasi bersama,  selain terbit bertepatan dengan peringatan 100 Tahun (seabad) Kota Sukabumi pada tahun 2014 lalu,  buku ini telah membuka cakrawala baru dalam memahami sejarah Sukabumi yang oleh penulisnya didasarkan kepada serangkaian penelitian ilmiah dengan dukungan teori dan metode, serta adanya fakta dan obyek, sehingga kita mengenal sejarah Sukabumi bukan lagi hanya sekedar mereka-reka dari sudut pandang etimologis, akronim atau bahkan mungkin berupa cerita turun temurun.
Mencoba memahami sejarah, dari aspek teori, buku ini menjelaskan waktu kejadian adanya kerajaan Pajajaran Sindang Parang di Sukabumi yaitu pada abad 13 dan 14.  Dari aspek metode, pernyataan-pernyataan dalam buku ini didukung oleh adanya bukti-bukti hasil penemuan, satu diantaranya berupa batu-batu unik di lokasi Gunung Karang Kecamatan Baros. Penemuan “benda Sejarah” ini barangkali bisa menjelaskan kepada kita telah adanya aktivitas dan peristiwa pada suatu masa di tempat tersebut.
Membaca buku ini sebagian dari kita terlebih generasi muda tentu hampir tidak percaya apabila pada abad 13 dan 14 di Kota Sukabumi pernah ada kerajaan Sunda yang bernama Sakabumi Pajajaran Sindang Parang. Bukti berupa peninggalan benda-benda atau nama-nama tempat seperti : Gunung Karang, Gunung Parang dan Sakabumi yang kita kenal saat ini dengan Sukabumi, tentunya bukan hal yang kebetulan. Seiring waktu, dengan pendekatan keilmuan biarkan sejarah menemukan kebenarannya, karena kebenaran hakiki hanya milik Allah Swt semata.
Yang paling penting bagi kita, bahwa dengan memahami sejarah, apalagi sejarah tentang Sukabumi, kita senantiasa bisa berdialog antara masa kini dan masa lampau untuk memperoleh nilai-nilai penting yang berguna bagi kehidupan. Nilai-nilai itu dapat berupa ide-ide, kearifan lokal maupun konsep kreatif sebagai sumber motivasi bagi pemecahan masalah masa kini dan selanjutnya untuk merealisasikan harapan masa yang akan datang.
Memahami sejarah juga penting untuk memperoleh inspirasi dan semangat bagi mewujudkan identitas sebagai suatu bangsa, semangat nasionalisme maupun dalam upaya menumbuhkan harga diri bangsa.
Oleh karena itu, buku “Sasakala Sakabumi Pajajaran Sindang Parang – Ngabuka Sajarah dan Pusaka Bumi Pajajaran di Sukabumi” setidaknya dapat menambah referensi tentang perjalanan sejarah Sukabumi sekaligus memotivasi kita untuk menjadi pelaku sejarah Sukabumi yang produktif dan layak dikenang oleh anak cucu di masa depan.
Oleh : G.M. Sukarman/Kepala Kominfo

Kehormatan luar biasa atas kepercayaan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia(Apeksi) yang telahmenugaskanWalikota Sukabumi H. Muhamad Muraz, SH. MM dan dr. H Suherman, MKM mewakili satu – satunya kota di Indonesia, untuk mengikuti konvensi internasional di kota Berlin Jerman dengan seluruh pembiayaan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi BavariaJerman.

Kegiatankonvensidiselenggarakan oleh Engagement Global– sebuahNGO yang berkantor pusat di BonnJerman, dalam rangka mengembangkan joint partnert ship for asia.Pemerintah Kota Sukabumi diundang sebagai narasumber yang mewakili pemerintah daerah dalam menggagas pengembangan kebijakan dan inisiatif lokal membangun sinergi dengan para pihak(good governance) dalam perbaikan pencitraan pembangunan berkesinambungan (suistenable development).

Walikota Sukabumimembawakan topik pengalaman tentang Techno Enterpreneur bagi pelayanan public private mixed services dibidang pelayanan kesehatan rujukan sejalan dengan peningkatan index pembangunan manusia dan index kesejahteraan melalui sektor pendidikan, kesehatan dan perdagangan/ekonomi. Konvensi di Berlin merupakan lanjutan bantuan pemerintah Jerman sejak tahun 2004 pasca kejadian tsunami Aceh yang berhasil melakukan rekontruksi infrastruktur pasca hancurnya fasilitas pelayanan publik dibeberapa negara di Asia, Afrika dengan mengumpulkan donasi dari berbagai sumber di Jerman.

Konvensi diikuti oleh perwakilan dari organissasi kota di Asia dan Pasifik, Vietnam, Monggolia, Srilanka, dan India disamping diikuti juga oleh Pemerintah Federal Jerman, NGO dan perguruaan tinggi di Jerman, perwakilan mitra dari Swedia dan Prancis , staff kedutaan Indonesia di Bonn,serta pemangku kepentingan lain yang tergabung dalam engagement global serta tokoh-tokoh kunci yang terkait dengan penanganan kaum migrant dan pengungsi yang sudah berkebangsaan Jerman.

Terdapat beberapa mitra yang tertarik dengan keterbukaan Walikota Sukabumiuntuk memberi kesempatan yang luas melakukan kerjasama yang resiprocal benefit dengan pemerintah kota dan masyarakat Sukabumi dalam beberapa bidang meliputi kerjasama antarkota(Sister City), penanganan sampah dan limbah yang non politied sebagai sumberdaya terbarukan, penanganan masalah-maslah sosial seperti kasus fedophilia yang pernah terjadi di Kota Sukabumi , kerjasama dalam transfer of knowledge dengan para dokter di rumah sakit Syamsudin,SHserta isue-isue global/lokal terkait dengan perilaku warga kota yang berubah dalam menghadapi issue global pembangunan berkelanjutan dan climatechange.

Selanjutnya pada kesempatan yang sama Walikota dan Direktur RSUD R.Syamsudin,SH Kota Sukabumi mendapat undangan dari esculap academic untuk melakukan observasi diskusi tentang fabrikasi alat-alat kesehatan, instrument dan alat canggih laparoscopy. Sangat mengagumkan di Kota Tutlingen Jerman Selatan yang jauh dari pusat pertumbuhan kota besar terdapat industri berskala global dengan kapasitas pegawai sebanyak 3.400 orang menghasilkan 6.800 berbagai jenis dan ukuran alat kedokteran yang diekspor dan dimanfaatkan bagi kegiatan pelayanan kesehatan diseluruh dunia.

Dalam 4 hari kunjungan di Jerman Walikota Sukabumimerasa kagum atas ketersediaan multy moda transportasi yang memiliki hingga 11 jalur trek kereta api berukuran 59 dengan frekuensi perjalan kereta api hanya berselang 10 hingga 15 menit saja serta ketepatan jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta, terutama kereta api yang sudah terintegrasi dengan bandara kemudian dengankota-kota dinegara Jerman, Swiss dan Italia, bahkan dengan seluruh negara di Eropa. Hal lain yang juga menarik perhatian Walikota Sukabumiadalah integrasi agrobisnis dalam skala pemilikan individu yang tertata seperti Once Village Once Product, didukung dengan infrastruktur pengairan serta transportasi produksi menggunakan kereta api hingga menyebabkan kesejahteraan penduduk lokal lebih baik tanpa merusak lingkungan. Ada satuhal lagi yang mengagumkan ditengah kota Roma dikiri kanan jalan kota ditemukan phon-pohon jeruk yang ranum dan tidak ada yang  mengambil/mencurinya, sehingga menjadi sumber penerimaan daerah.

Mengingat perjalanan ke Jerman dan beberapa kota lainnya di Eropa merupakan penugasan dari Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia(Apeksi), maka tugas selanjutnya bagi Walikota Sukabumi dan Direktur RSUD R. Syamsudin, SH adalah mendesiminasikan pengalaman maupun konsep baik yang diperoleh kepada para pimpinan daerah khususnya para walikota yang tergabung dalam Apeksi. Sekecil apapun, perjalanan Walikota Sukabumi ke Jerman dan kota-kota lainnya di Eropa harus membawa manfaat bagi kota-kota di Indonesia terlebih bagi Kota Sukabumi tercinta.


Dari 11 Kota dan  Kabupaten se indonesia yang memperoleh penghargaan di bidang Lakip (Laporan  Akuntabuilitas Kinerja Instansi Pemerintah )dengan katagori “B” tahun 2014 , 8

diantaranya yang telah melakukan study banding/belajar ke kota sukabumi.

Pemerintah Kota dan Kabupaten yang memperoleh penghargaan dari Kementrian Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( Menparb) adalah  Kota Sukabumi, Yogyakarta, Manado dan  Tanjung pinang. Sedangkan  untuk pemerintah  Kabupaten adalah,  Kab. Karimun, Bintan, Tanjung pinang, Muara Enim, Bantul Kulon progo, Sleman dan kabupaten bandung.

Penyerahan Penghargaan dilangsungkan  di Grand BallRoom Balai kartini Jakarta (8/12) 2014, oleh  Menparb, Yuddy Crisnandi dengan didampingi Mendagri dan Deputi RBKUNWAS/ M, Yusuf Ateh kepada para Bupati dan Walikota .

Tahun ini Kota Sukabumi mengalami kenaikan  sebesar 0,16 , tahun 2013 (70,65) dan pada 2014 memperoleh nilai 70, 81, sementara Komponen yang dinilai antara lain perencanaan kinerja (26,24) , pengukuran kinerja ( 15,20,  , pelaporan kinerja (11, 10) , evaluasi kinerja (6,12)  dan capaian kinerja( 12,10) .

Walikota , H.Mohamad Muraz, SH, MM ketika dimintai keterangannya oleh sejumlah awak media “ Kami tetap belum merasa  puas selama lima kali memperoleh   penghargaan LAKIP  dari Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo,  masih dalam katagori B , sebenarnya bisa mendapat nilai A. hanya karena beberapa faktor, akhirnya meraih nilai B.   “Kita memang konsisten meraih penghargaan LAKIP.” ujarnya 

“Pemerintah Kota Sukabumi akan kembali membuat terobosan baru, khususnya dalam bidang pelayanan terpadu satu atap, untuk masyarakat miskin, diantaranya melalui pelayanan Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat), Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah), dan Kartu Sehat,  dengan demikian, masyarakat  tidak perlu lagi datang ke RT dan RW masing-masing, karena cukup dilayani di satu instansi terkait saja
“Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan sebuah Laporan yang berisikan akuntabilitas dan kinerja dari suatu instansi pemerintah. Untuk Pemerintah daerah tingkat propinsi dan Kota / Kabupaten instansi pemerintah adalah Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) diberikan hak dan tanggung jawab untuk mengelola sendiri administrasi dan keuangan”.

Penyusunan LAKIP berdasarkan siklus anggaran yang berjalan 1 tahun secara lengkap memuat laporan yang membandingkan perencanaan dan hasil. Dalam penyusunan suatu kegiatan belanja, dibuat suatu masukan mengenai besaran dana yang dibutuhkan, hasil sesuatu bentuk nyata yang diperoleh dari dana yang dikeluarkan. Manfaat diperoleh karena kegiatan belanja tersebut dilaksanakan serta dampak yang dihasilkan karena pelaksanaan suatu kegiatan belanja.

Pemukulan Rebana   oleh Wakil Walikota , H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd menandai dilangsungkannya pembukaan  MTQ  Ke 5 Pelajar Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2014. Upacara pembukaan  diawali dengan devile kafilah utusan dari 7 Kecamatan dengan  start  Lapangan Merdeka  dan finish di Halaman Gedung Pusat Kajian Islam.

Pada kesempatan itu pula  Wakil Walikota dengan  didampingi Wakil Ketua TP PKK , Ny. Hj. Fitri Hayati Fahmi, S.Ag., M.MPd.menyerahkan uang kadeudeuh  kepada sejumlah kepala sekolah, guru dan pelajar yang berprestasi  ditingkat nasional dan provinsi  Jawa Barat.

Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd. menandaskan, MTQ (Musabaqoh Tilawatil Quran) Pelajar yang dilaksanakan secara berkala selama ini, telah memberikan arti yang sangat besar bagi syiar agama Islam. Penandasan Wakil Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan saat memberi sambutan, sekaligus membuka secara resmi MTQ Ke 5 Pelajar Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2014, hari Rabu, 17 Desember 2014, di Gedung Pusat Kajian Islam Kota Sukabumi.

Dijelaskannya, dari tahun ke tahun, penyelenggaraan MTQ  semakin berkembang dan semakin semarak. Hal ini patut disyukuri oleh semua pihak, khususnya oleh seluruh umat Islam. Namun demikian, hal ini tidak boleh berhenti pada kesemarakan syiar agama Islam semata, akan tetapi semua pihak khususnya umat Islam, harus senantiasa berusaha, untuk menjadikan MTQ ini sebagai wahana dan sarana, dalam meningkatkan kesadaran keagamaan pada diri seluruh umat Islam, khususnya para pelajar.

“Kitab Suci AL-Quran yang menjadi pegangan hidup seluruh umat Islam, diturunkan kepada Nabi Muhammad, yang maksud dan tujuannya untuk mengangkat umat manusia, dari lembah kegelapan ke alam yang terang benderang. Hal ini berarti, bahwa melalui pemahaman, penghayatan dan pengamalan AL-Quran, harus mampu meningkatkan kualitas kehidupan seluruh umat Islam, baik secara lahiriah maupun secara batiniah. Untuk meningkatkan kualitas kehidupan tersebut, semua pihak mutlak harus dapat mencerdaskan kehidupan seluruh umat Isalam”.

Dikemukakannya, umat Islam tentu mengetahui, bahwa ayat pertama yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad, adalah ayat perintah untuk membaca. Karena dengan membaca, semua pihak dapat menambah khasanah pengetahuan dan memperluas cakrawala wawasan dalam berbagai bidang, termasuk dalam bidang keagamaan.

“Semua pihak khususnya umat Islam tentu mengetahui, bahwa Nabi Muhammad secara tegas mewajibkan kepada seluruh umatnya, untuk senantiasa belajar dalam sepanjang hidupnya. Maksud dan tujuannya, agar seluruh umat Islam menyadari, bahwa berbagai kemajuan umat Islam, sangat bergantung pada kualitas pengetahuan, serta wawasan dan pengembangan pemikiran umat Islam sendiri, melalui peningkatan kualitas pendidikan”ujarnya

Lomba mewarnai , story telling, penampilan tari tradisional, anggana sekar pupuh, angklung dan rampak sekar menghiasi jalannya Safari Gerakan Membaca di Kota Sukabumi yang diprakarsai Bapusipda (Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah) Provinsi Jawa Barat yang   dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota , H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd. di Gedung Juang 45 (3/12) dengan mengambil tema “’ Jabar Membaca Wujudkan Jabar Maju dan Sejahtera untuk Semua, Ayo Ke Perpustakaan.

Kegiatan tersebut dihadiri, Pimpinan dan Anggota DPRD, unsur FKPD (Forum  Komunikasi  Pimpinan Daerah), Kepala Bapusipda Provinsi Jawa Barat, Kepala  Kapusipda (Kantor  Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah) Kota Sukabumi, para Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan Instansi Vertikal, para Camat dan Lurah, para Pustakawan dan Penggiat Perpustakaan, para Kepala Sekolah, Guru, Mahasiswa dan Pelajar, serta undangan lainnya.

Menurut Kepala Perpstakaan Kota Sukabumi, Nickeu Siti Rahayu, SH Kegiatan tersebut  diisi pula dengan  talk show  dengan menampilkan tiga  nara sumber  yang terdiri  Kepala Bapusipda Provinsi Jawa Barat, Tati Iriani, S.H., M.M., Ketua GPMB (Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca) Provinsi Jawa Barat, Dr. Hj. Oom Nurrohmah, M.Si., dan Kepala Kapusipda Kota Sukabumi, Nicke Siti Rahayu, S.H., M.H., dengan  moderator, Dr. H.M.A. Asep Deni, M.M., C.Q.M., C.B.A.

Kepala Bapusipda Provinsi Jawa Barat mengemukakan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, melalui pembudayaan gemar membaca sejak dini. Karena dengan kecerdasan, bangsa Indonesia dapat bersaing dengan bangsa lainnya dalam berbagai bidang. Dikatakannya, untuk mewujudkan hal tersebut, merupakan tugas dan tanggung jawab semua pihak, yakni pemerintah, swasta dan masyarakat.

Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, SH,MM adalah salah satu peserta baru  dari 30 Walikota – bupati yang telahmelakukan penandatanganan Piagam Komitmen Kota Hijau dan Urban Greening Forum 3 sebagai bentuk nyata komitmen Pemerintah kabupaten/kota terhadap perwujudan Kota Hijau di Indonesia.

Upacara  Penandatanganan dilangsungkan di Jakarta (6/11) disaksikan oleh Plt. Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Imam S. Ernawi.

Direktur Perkotaan Ditjen Penataan Ruang Dadang Rukmana, 30 Kabupaten/Kota peserta baru antara lain  Kota Sukabumi,  Kota Langsa, Kabupaten Pidie Jaya, Kota Tebing Tinggi, Kota Payakumbuh, Kota Lubuklinggau, Kabupaten Muara Enim, Kota Jambi, Kabupaten Lampung Timur, , Kabupaten Cirebon, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Cilacap , Kabupaten Grobogan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kota Pontianak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kota Palopo, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Bombana, Kabupaten Banggai, Kabupaten Parigi Moutong, Kota Tidore Kepulauan, dan Kota Ternate.

Dadang Rukmana menilai program stimulus ini telah berhasil. “Evaluasinya positif, sebagai program stimulus kita nilai berhasil hal ini ditunjukan dengan yang tadinya kabupaten/kota tidak memiliki program pengembangan kota hijau jadi punya bahkan bisa 7 kali lipat dari yang kita fasilitaskan, sekitar 7 sampai 8 miliar termasuk pembebasan lahan dari dana APBD,”tutur Dadang.


Lebih lanjut Dadang menuturkan dana tersebut tergantung luas lahan, adapun luas lahan 1 ha dapat menelan biaya 1,5 miliar sampai 2 miliar. “Tapi itu tidak termasuk harga lahan, karena lahan harus disediakan oleh Pemerintah Daerah,”lanjut Dadang. 

Plt. Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian PU-Pera  mengungkapkan ,  ke-30 kabupaten/kota tersebut dipandang  telah memenuhi  persyaratan  yang telah ditentukan, “ Terdapat  3 atribut yang telah mereka penuhi  meliputi  dari segi planning dan design yang  betul-betul pro green, kedua masyarakat di daerah setempat didorong untuk lebih pro green lalu ketiga memfasilitasi dan membantu pemerintah daerah untuk mewujudkan ruang terbuka hijau,”ujarnya.

Direktorat  Jenderal Penataan Ruang  sendiri  telah bekerja sama dengan pemerintah kota/kabupaten dan komunitas hijau yang terdapat pada kota/kabupaten tersebut dalam merintis pembentukan Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH)  yang merupakan salah satu upaya mengimplementasikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).ujarnya.

Dalam setiap menghadapi tibanya penggantian tahun  di Kota Sukabumi  dilaksanakan apel siaga di halaman balaikota serta Sujud Syukur yang dilaksanakan setelah sholat berjamaah magrib dan isya di mesjid jamie Al-Ikhlas Sekretariat Pemda yang dilengkapi dengan ceramah keagamaan dan sambutan Walikota.

Apel Malam Tahun Baru 2015 ditandai  dengan Pencanangan Gerakan Keselamatan Berlalu Lintas Menuju Indonesia Tertib “ Keselamatan Nomor 1 di Kota Sukabumi, dilanjutkan dengan penandatanganan spanduk dukungan aksi keselamatan serta Yel-yel aksi keselamatan berlalu lintas yang dipimpin oleh Kasat Lantas Sukabumi Kota AKP Karyaman.

Pada kesempatan yang sama    Walikota, H. Mohamad Muraz, SH MM beserta unsur Muspida melakukan sidak ke terminal bis dan Kantor Dinas Perhubungan serta meninjau  kondisi  Traffic Management Center yang dibangun dijalan Jend. Sudirman.

Walikota, H.Mohamad Muraz, SH MM mengemukakan bahwa sudah menjadi tradisi   dalam setiap malam pergantian tahun    di wilayah hukum Pemerintah Kota Sukabumi, hampir semua ruas-ruas jalan utama sesak dipadati kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat termasuk para pejalan kaki yang datang dari arah timur, barat, utara dan selatan secara individu maupun  kelompok menuju ruang publik lapangan merdeka, tempat hiburan, Café, hotel, restoran, rumah makan dan swalayan.

“Mencermati kondisi demikian Pemerintah Kota sukabumi bekerjasama dengan TNI, Polri dan komponen masyarakat secara terpadu  melakukan kesiapan dan persiapan yang dikonsolidasikan melalui apel siaga tahun baru, upaya menciptakan nuansa  ketertiban, keamanan  dan kenyamanan  masyarakat pribumi maupun pendatang dalam  penyambutan tibanya pergantian tahun”.

Lebih lanjut dikemukakan Walikota, berdasarkan fakta, penggunaan kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat di kota sukabumi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang berdampak terhadap pelanggaran, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Oleh karena demikian “ungkap Walikota “ untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas diperlukan adanya kesadaran dan komitmen bersama dalam aksi nyata keselamatan berlalu lintas, karena terjadinya kecelakaan biasanya diawali dengan pelanggaran  serta kurangnya kepedulian dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
“ Marilah Kita berkomitmen untuk meningkatkan kualitas perilaku pengguna jalan dan secara terus menerus menumbuhkan budaya keselamatan berlalu lintas sebagai suatu kebutuhan “ ujarnya.

Senin, 02 September 2013



Kum Muspimin dan Muslimat Di seluruh penjuru dunia dan pelosok tanah air termasuk di seluruh wilayah kota Sukabumi, melaksanakan ibadah shaum sebulan lamanya sesuai dengan firman Allah Swt. dalam surat Al Baqarah ayat 183.

Program unggulan yang telah menjadi trend dan menjadi kalender tahunan yaitu program Safari Ramadhan Muspida.  mulai tahun 2013 program tersebut dilengkapi dengan Jumat keliling (jumling) dan kultum ba’da dzuhur bagi segenap karyawan dan karyawati serta masyarakat  yang dilaksanakan di mesjid Jami Al Iklash Setda. 

Melalui program semacam ini ternyata telah mampu menyerap aspirasi yang berkembang di masyarakat dan secara dialogis masyarakat memiliki keleluasaan untuk menyampaikan berbagai keinginannya sehingga terbangun simbiosis mutualism. 

Konteks ritual dan sosial dalam bulan suci Ramadhan menghiasai perjalanan kegiatan Safari Ramadhan karena diwarnai siraman rohani oleh MUI , pengarahan walikota dan wakil walikota, serta dihiasi dengan penyerahan dana bantuan sarana keagamaan bagi para pengurus DKM mesjid Jamie.


Tidak hanya sebatas itu, setiap bulan suci Ramadhan Pemerintah kota Sukabumi menyerahkan dana bantuan munggah dan ketupat lebaran bagi para ketua RT dan RW, kaum duafa, panti-panti asuhan, abang beca, kusir delman, dengan tidak melihat secara administatif kediaman mereka. Hal ini tentunya, upaya mewujudkan pemerintahan rahmatan lil alamin

Pada prinsipnya pemerintah kota Sukabumi sesuai dengan regulasi yang ada tengah melakukan reformasi birokrasi  dari penguasa menjadi pelayan masyarakat. Kendati di sana sini masih terdapat kekurangan. Namun, pada prinsipnya walikota dan wakil walikota Sukabumi telah menancapkan niat dan tekat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik bagi peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM ) baik dari segi pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi.

Baru saja tiga bulan lamanya, H. Mohammad Muraz, S.H.,MM. dan H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.Pd. memangku jabatan, telah mampu mengukir sejarah baru dalam mendulang berbagai prestasi antara lain; peraihan piala ADIPURA, kedua SMKN 1 tampil sebagai juara satu dalam lomba sekolah sehat di tingkat provinsi Jawa Barat, yang kini sedang bertandang di tingkat nasional, ketiga adalah penghargaan dari pemerintah pusat sebagai kota layak anak. Sisi lain yang tengah dalam perjalanan adalah pembangunan segmen tiga jalan lingkar selatan Baros tembus Cibeurem serta pembangunan lanjutan terminal bis antar kota dalam dan luar provinsi yang masih dalam pengerjaan.*Dendayasa.

Rabu, 22 Mei 2013


Editor: Dendayasa, S.IP

TP. PKK .Kecamatan Cikole  tampil sebagai juara pertama dalam Festival Keanekaragaman Makanan Khas Jawa Barat 2013 tingkat Kota sukabumi yang dilangsungkan di ruang pertemuan Sekretariat PKK selasa (21/5) , Kedua dimenangkan oleh TP.PKK Kecamatan Gunung puyuh dan ketiga diraih oleh TP. PKK Kecamatan Baros.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua TP. PKK Kota Sukabumi, Ny. Hj. Esih Setiasih Muraz dengan dihadiri Wakil Ketua, Ny. Hj. Fitri Hayati Fahmi , Jajaran pengurus TP. PKK Kecamatan, unsur dari BPMPKB, DisperindagKop, serta undangan lainnya.

Ny. Hj. Esih Setiasih Muraz menjelaskan, bahwa makanan khas atau yang lebih dikenal dengan sebutan makanan etnik , yakni jenis makanan yang diciptakan, sesuai dengan potensi yang dimiliki daerah masing-masing. Dengan   tujuan untuk mengangkat makanan khas daerah, menjadi makanan yang dapat diterima dan disukai oleh berbagai lapisan warga masyarakat. Dengan demikian, makanan tersebut dapat dijadikan komoditi unggulan daerah masing-masing, sekaligus dapat meningkatkan kuliner warga masyarakat, khususnya dalam bidang makanan khas atau makanan etnik daerah masing-masing. Selain itu, juga dapat meningkatkan ekonomi warga masyarakat, khususnya para pelaku usaha makanan khas atau makanan etnik daerah masing-masing. 

Lebih lanjut dijelaskan , Ny. Hj. Esih Setiasih Muraz,   Sukabumi merupakan salah satu daerah penghasil ubi kayu, ubi rambat, talas, jagung dan lain-lain, yang dapat dijadikan bahan pokok pengganti beras. Namun untuk menambah nilai gizi bahan-bahan makanan tersebut, perlu dilakukan penambahan atau dikolaborasikan dengan bahan-bahan lain, yang berasal dari bahan yang mengandung unsur hewani dan protein nabati. Dengan demikan, makanan tersebut dapat dikonsumsi sebagai makanan keluarga, dengan nilai gizi yang cukup, sesuai dengan kebutuhan atau dengan sebutan gizi seimbang. 

Menurut  Ketua Kelompok Kerja (Pokja) III TP PKK Kota Sukabumi, selaku Panitia Penyelenggara, Ny. Hj. Ferry Endjon, Festival Keanekaragaman Makanan Khas Jawa Barat Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2013 ini, diikuti 7 TP PKK Kecamatan se Kota Sukabumi. juara pertama akan diikutsertakan pada festival yang sama Tingkat Provinsi Jawa Barat, yang menurut rencana akan dilaksanakan di Bandung, pada tanggal 8 dan 9 Juni 2013 mendatang.

Editor: Dendayasa, S.IP

Upaya penghayatan dan pengamalan ajaran agama dengan sungguh2 merupakan kewajiban bagi segenap umat Islam, terutama dalam menghadapi fenomena kehidupan saat ini, yang penuh dengan tantangan dan ketidak pastian., , segenap kaum ibu benar-benar  dituntut untuk  lebih  ekstra hati2, tentunya  harus mampu menjaga putra putrinya  dengan sebaik  mungkin, agar kelak memiliki masa depan yang cerah, berguna bagi nusa, bangsa dan agama.

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Sukabumi, Ny. Dra. Nanita Agustiana Singawinata Hanafie Zain pada acara pertemuan rutin   dan peringatan Isro Miraj Nabi Muhammad Tahun 1434 hijriyah yang dilangsungkan di 2 tempat   Rabu, 22 Mei 2013,  di Masjid Jamie  AL-Ikhlas  dan Ruang Pertemuan Setda .

Lebih lanjut, Ny. Dra. Nanita Agustiana Singawinata Hanafie Zain, mengingatkan , agar putra-putri kita tidak menjadi korban dari kerasnya kehidupan saat ini, khususnya dari berbagai penyakit masyarakat, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, kriminalitas dan berbagai penyimpangan perilaku lainnya. 

Untuk itu, Ketua DWP,i mengharapkan, melalui peringatan Isro Miraj Nabi Muhammad SAW,  dapat menggali nilai-nilai luhur agama, mempertebal kualitas keimanan dan ketaqwaan, mampu  meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari, guna menciptakan kehidupan yang baldatun, toyyibatun, warubbun gofur, khususnya di kalangan kaum ibu yang tergabung dalam organisasi DWP Kota Sukabumi. 

Disamping itu, dengan peringatan Isro Miraj ini, kaum ibu yang tergabung dalam organisasi DWP Kota Sukabumi, dapat memahami tanda-tanda kebesaran Allah, sekaligus mendorong segenap umat Islam, untuk senantiasa melaksanakan dan mendirikan shalat 5 waktu dengan sungguh-sungguh. Dikatakannya, hal tersebut sesuai dengan Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tahun 2013-2018, yakni Dengan Iman dan Taqwa, Mewujudkan Pemerintahan Yang Rahmatan Lil alamin.

“Hikmah Isro Miraj, disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M. , mengambil tema, Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah, Kunci Sukses Dunia Akhirat.